Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M. Akbar mengakui rendahnya penyerapan anggaran di dinasnya pada APBD 2014. Ia beralasan ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilelang.
“Ya memang, ada beberapa kegiatan yang enggak bisa dilelang, ada juga satu kegiatan yang seharusnya pengadaan karena masih perkara jadi di-stop anggarannya,” ujar Akbar di Jakarta, Jumat (7/11).
Sebagai informasi, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga akhir tahun 2014 baru mampu menyerap anggaran 3,7 persen. Dinas Perhubungan DKI sendiri mendapat anggaran sebesar Rp 4,12 triliun namun anggaran yang baru terserap sebesar Rp120 miliar.
Rendahnya penyerapan anggaran tersebut dikarenakan penyidikan kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta yang menyeret mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono sebagai tersangka sehingga Plt Gubernur DKI Jakarta Ahok, memutuskan mencoret pengadaan 1.000 unit bus Transjakarta dan 3.000 unit bus sedang senilai Rp3,2 triliun pada APBD 2014.
“Mereka lebih berhati-hati atau sebanyak mungkin tidak mengadakan lelang. Kemarin saat kasus penyalahgunaan anggaran Transjakarta dan bus sedang tahun 2013 banyak pejabat juga yang dipanggil Kejaksaan Agung untuk menjadi saksi, makanya mereka mungkin takut menyerap anggaran,” kata Heru di Balai Kota, Rabu (5/11).

(Andy Abdul Hamid)