New York, Aktual.com – Setelah dua tahun mengetuai tiga Komite di Dewan Keamanan (DK) PBB, Indonesia berhasil meraih sejumlah capaian membanggakan.

Pada pertemuan virtual DK PBB 16 Desember 2020, Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, menyampaikan keberhasilan tiga Komite DK PBB dalam memerangi terorisme dan pencegahan akses senjata pemusnah massal bagi entitas non-pemerintah.

Sejak 1 Januari 2019, Dubes Djani mengetuai Komite 1267 mengenai ISIL/Da’esh – Al Qaeda; Komite 1988 tentang Taliban; dan Komite 1540 terkait non-proliferasi senjata pemusnah massal.  Komite 1267 di bawah kepemimpinan Indonesia mencatatkan rekor baru dalam pemutakhiran data daftar sanksi. Jumlah tanggapan dari negara yang memberikan informasi kepada Komite pada periode 2019-2020 merupakan jumlah terbanyak selama sejarah berdirinya Komite Sanksi.

Prestasi Indonesia sebagai Ketua Komite 1988 tercermin dari keberhasilan memfasilitasi tercapainya konsensus terkait pemberian travel exemption untuk sejumlah nama yang akan berpartisipasi pada proses perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

“Upaya Indonesia selama ini selalu mengacu pada tujuan utama komite yaitu mendukung proses perdamaian dan rekonsiliasi,” ujar Dubes Djani seperti yang dilansir RRI, Jumat (18/12).

Dubes Djani menambahkan bahwa Indonesia juga mengukir prestasi sebagai Ketua Komite 1540 mengenai non-proliferasi, kerena telah berhasil mendorong kesatuan pandangan dalam mempersiapkan proses Comprehensive Review Resolusi 1540 yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.  Comprehensive Review  ini diharapkan dapat lebih efektif mencegah aksi teroris memperoleh senjata pemusnah masal. Selain itu, Indonesia juga berhasil mendorong peningkatan penyampaian laporan “non-proliferasi” negara-negara.

Pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri bagi kepemimpinan Indonesia. Namun, Komite 1267 berhasil menjadi komite DK PBB pertama yang mengadakan pertemuan secara virtual, sementara Komite 1540 merupakan komite pertama yang mengadakan pertemuan secara langsung di Markas Besar PBB dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh anggota DK PBB menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia di ketiga Komite yang telah memberikan kontribusi positif, dan memastikan Komite tetap dapat menjalankan mandat di tengah pandemi COVID-19.

Dipilihnya Indonesia untuk memimpin 3 badan subsider DK PBB menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap kredibilitas dan kepemimpinan Indonesia dalam isu pemberantasan terorisme. Di bawah keketuaan Indonesia, ketiga komite selalu mengambil keputusan secara konsensus dengan prinsip transparansi, profesionalitas serta imparsialitas.

“Rekam jejak diplomasi Indonesia sebagai bridge-builder dan consensus-maker di berbagai isu menjadi modal utama diperolehnya kepercayaan dari masyarakat internasional. Hal ini merupakan hasil konkret atas upaya aktif Indonesia yang selalu mencari konsensus dan jalan tengah untuk menjembatani perbedaan,” pungkasnya.

(Warto'i)