Jakarta, Aktual.com – Sifat rendah hati atau tawadhu’ adalah salah satu Ahlaq mulia. Bahkan ketawadhuan bisa mengangkat seseorang pada derajat yang tinggi dalam sebuah hadist disebutkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya,” (HR. Muslim no. 2588).

Dalam sebuah kisah, ketika bahtera nabi Nuh AS. Ketika akan di labuhkan setelah sekian lama berlayar disaat banjir besar yang melanda saat itu, maka Allah SWT mewahyukan kepada gunung-gunung “Aku akan melabuhkan bahtera Nabi Nuh a.s. dan orang-orang mu’min yang bersamanya diatas salah satu dari kalian.” Gunung-gunung pun menunjukkan kebesaran dan ketinggiannya kecuali gunung al-Judy yang merasa tawadlu’. Al-Judy adalah sebuah gunung yang terletak di daerah dekat kota Mushil daerah Armenia selatan.

Ia (gunung al-Judy ) berkata: “Dari manakah aku mempunyai kekuatan hingga Allah mendamparkan perahu Nabi Nuh kepadaku.” Dan Kemudian Allah mengangkat derajatnya diatas gunung-gunung yang lain dan melabuhkan bahtera Nabi Nuh di atasnya sebab tawadlu’nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Hud .

(Andy Abdul Hamid)