Jakarta, Aktual.com — Dalam unjuk rasa yang menentang Simposium Nasional “Membedah Tragedi 1965 melalui Pendekatan Sejarah” pada Senin (18/04), di Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, akhirnya berlangsung rusuh. Hal itu disebabkan karena para demonstran tidak mau dipindahkan dari Tugu Tani ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Mereka (para demonstran yang menolak PKI, red) menolak dan bersikeras ingin berdemostrasi di depan Hotel Aryaduta.

Dalam unjuk rasa tersebut, Alvian Tanjung sebagai sumber suara di atas mobil memprovokasi massa agar terus mengarah ke depan Hotel. Sebelumnya para demonstran yang tergabung dalam Front Pancasila ini berkumpul dari Jalan Menteng Raya Nomor 58, yang dipimpin langsung oleh Alvian Tanjung.

Setelah terjadi bentrokan dengan aparat Kepolisian, Alvian sempat berorasi bahwasannya Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menjadi markas mantan anggota dan simpatisan PKI, yang mana selama ini kegiatan simpatisan komunis itu dilakukan di kantor LBH Jakarta.

“Markas PKI itu ada di kantor LBH,” ucap ia dengan lantang dan tegas.

Sementara itu, sejumlah pengunjuk rasa tidak mau pindah ke tempat yang diperintahkan oleh kepolisian. Terpaksa, Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo Purnomo Condro memerintahkan polisi untuk mengangkat tubuh sejumlah pengunjuk rasa yang tidak patuh.

Saat itulah sebenarnya kericuhan dimulai. Karena para demonstran yang diangkat mencoba melawan. Dan, pengunjuk rasa yang berada di atas mobil pun marah dan meneriaki serta menunjuk polisi sebagai “PKI”.

“PKI, polisi PKI, kalian semua PKI” teriak para pengunjuk rasa sambil menunjuk ke arah polisi.

“Itu saudara kami, lihat saja kalau terjadi sesuatu dengan saudara kami,” teriak demonstran yang lain sambil menyaksikan rekannya dibawa polisi.

Dan, tak lama berselang mobil para demonstran pun dipaksa maju agar berpindah ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Untuk diketahui, Alvian pernah menuturkan, bahwasanya kantor LBH merupakan markas PKI. Ia mengatakan itu dengan suara tegas saat Front Pancasila mengadakan konferensi pers pada Sabtu (16/04) lalu di Graha 66 Menteng.

“Markas PKI itu ada di kantor LBH. Catat itu,” ceplos ia.

Dalam demonstrasi tersebut terlihat belasan orang yang terdiri dari sejumlah pria yang mengenakan peci dan wanita yang mengenakan kerudung dengan membentangkan spanduk yang berbunyi “Tolak Simposium, PKI Musuh Rakyat”.

Artikel ini ditulis oleh: