Jakarta, Aktual.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 8, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (8/3) pagi, masih tetap berjalan. Meski KBM di sekolah tersebut, tidak kondusif, karena banjir menggenangi wilayah tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 8 Agusman, mengatakan KBM di sekolah yang dipimpinnya itu, tetap digelar, karena saat ini para siswa sedang dalam masa Ujian Akhir Sekolah (UAS) hingga 16 Maret 2016.

Agusman mengaku, bila kondisi banjir di wilayah tersebut, sudah tidak memungkinan untuk menggelar KBM di SMAN 8, maka dirinya akan memindahkan kegiatan tersebut ke lantai dua gedung sekolah.

Agusman menjelaskan, pemindahan tersebut dilakukan, agar para siswa bisa fokus untuk menjawab soal-soal ujian yang diberikan.

“Ya kalau emang masih banjir, nanti kita pindahkan ke lantai dua. Jadi tidak mungkin kena banjir,” kata Agusman kepada Aktual.com ketika ditemui di SMAN 8, Selasa (8/3).

Pantauam Aktual.com di lapangan, para petugas sekolah tengah membersihkan air yang menggenangi sekolah itu. Agusman juga ikut mambantu mengeluarkan air yang masuk ke dalam ruang kelas dan juga ruang UKSnya.

“Di sini, mulai puncaknya (banjir) pukul 13.00 WIB. Untung anak-anak (murid) sudah selesai Ujian Akhir Sekolahnya,” ujar Agusman di lokasi.

Agusman mengaku, mendukung rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang akan merelokasi warga Bukit Duri ke rumah susun.

Meski mendukung, Agusman mengaku sayang jika harus meninggalkan Bukit Duri. Pasalnya, kawasan tersebut, menurutnya, merupakan wilayah strategis.

“Ini kan rencananya mau di relokasi setahun lalu. Tapi, sebenarnya sayang juga. Daerah di sini strategis,” jelasnya.

Saat ini, banjiir yang berada di kawasan Bukit Duri, perlahan-lahan mulai surut.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa wilayah di Jakarta, Selasa, mengalami banjir akibat dari luapan Sungai Ciliwung. Luapan itu, akibat dari debit air dari Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, yang sangat tinggi.

()