Jakarta, Aktual.com — Setelah Musisi Iwan Fals mengomentari tentang keserakahan Freeport dan sikap elite politik Indonesia yang terus ‘bertengkar’ dalam perpanjangan kontrak Freeport di tanah Papua, Indonesia. Sekarang, tokoh agama juga memberikan nasihat soal kasus Freeport.

Salah satunya, datang dari Habib Husein Assegaf. Habib Husein mengaku sudah seharusnya perusahaan Freeport diganti oleh BUMN Indonesia.

“Perkaranya yang bikin tidak setuju adalah orang yang mengelola. Freeport yang saya lihat intinya adalah ada unsur yang namanya korupsi dari pejabat pemerintah kita yang sehingga menutup mata hati mereka terhadap lingkungan dan terhadap rakyat,” kata Habib Husein kepada Aktual.com, Jumat (27/11)‎.

Habib Husein mengatakan, hawa nafsu untuk mendapatkan harta yang banyak, akhirnya yang menjadi korban adalah rakyat yang tinggal di area sekitar Freeport itu sendiri.

“Orang di sekitar Freeport saja tidak terlihat kehidupan yang lebih baik itu salah satu contohnya,” tegasnya memberikan contoh.

Lanjut Habib, Allah SWT memberikan tambang emas di Freeport yang luar biasa yang dikeruk bertahun-tahun tidak habis, dimana bila dikelola secara benar akan menghidupi rakyat Papua selama puluhan tahun.

“Sebetulnya bisa seperti itu, tetapi manusianya, yang mengolah ini yang tidak baik,” terang ia menambahkan.

“Untuk Menyadarkannya, sebetulnya dengan pemerintah yang mau. Artinya memperjuangkan ini kalau hanya rakyat demo segala macam percuma. Karena pemilik Freeport punya perijinan, surat-surat kalau pun kita tuntut mereka punya hak dan surat-surat ijin. Ujung tombaknya ada di pemerintah terutama Presiden kita,” urainya memaparkan.

Selanjutnya, Habib memberikan saran, sebaiknya pemerintah berdiskusi (dialog) dengan rakyat Papua terkait hasil bumi yang dihasilkan serta bagaimana pengelolaannya. Karena, menurutnya, Freport itu milik rakyat yang kebetulan ada di Papua.

“Mungkin kalau hal tersebut dilakukan, jauh lebih baik untuk mencegah atau memperbaiki Freeport. Bagi kalangan kecil itu sulit, tetapi bukan tidak bisa. Segala-galanya tidak ada yang tidak mungkin, kecuali atas izin Allah SWT.”

“Kalau ada yang bisa melakukan dengan doa, mari berdoa. Mungkin saja ada teman atau kerabat yang duduk di pemerintahan bisa menjembatani permasalahan Freeport tersebut,” harap ia menutup pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh: