Jakarta, Aktual.com — Tindakan Presiden Joko Widodo melakukan sidak ke komplek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jumat (18/3) memancing reaksi dari Partai Demokrat.

Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini menyinggung rencana Jokowi yang akan mengkaji kemungkinan proyek senilai Rp2,5 triliun itu untuk dilanjutkan. Sekjen Partai Demokrat Hindja Panjaitan mengatakan proyek yang menjadi bancaan korupsi kader Partai Demokrat tersebut sempat hendak dilanjutkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Roy Suryo.

“Saat KRMT Roy Suryo menjabat Menpora menggantikan Andi Mallarangeng pada 15 Januari 2013, salahsatu yg sebenarnya ingin dilanjutkan saat itu adalah Proyek P3SON Hambalang, namun saat itu baik DPR (Komisi X) maupun KPK memerintahkan agar Pemerintah -dalam hal ini Kemenpora- samasekali tidak “menyentuh” Hambalang karena statusnya selaku barang bukti Korupsi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (19/3).

Larangan melanjutkan proyek era Menpora Andi Mallarangeng itu juga dikutkan oleh keputusan Komisi X DPR RI.

“Keputusan Komisi X DPR-RI yang menyatakan Proyek tersebut harus dihentikan, SBY terus memberikan ruang pada KPK untuk bekerja professional,” ujarnya.

Pada awal tahun 2014 sebelum lengser Roy juga sempat ingin meneruskan proyek Hambalang namun tetap dilarang oleh KPK.

“Jadi kalau sekarang Menpora Imam Nahrawi dan Presiden Jokowi “mendadak” ke Hambalang, apakah memang benar-benar KPK sudah me-release Barang Bukti Hambalang tersebut untuk diteruskan kembali? Mengapa jaman dahulu tidak? Ada apa dengan KPK sekarang?,” tegasnya.

Seperti diketahui kasus korupsi Hambalang menyeret petinggi partai Demokrat mulai Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan mantan Bendum Muhammad Nazaruddin. Proyek yang digagas oleh Andi itu lantas dihentikan setelah terungkapnya kasus korupsi. Kemarin Presiden Jokowi dan jajaranya mengunjungi lokasi pembangunan proyek di bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat tersebut.

Sejumlah pihak menilai langkah Jokowi sebagai sindiran terhadap hasil pemerintahan SBY. Terlebih kunjungan tersebut dilakukan saat SBY selesai melakukan rangkaian kegiatan tour de java dan hendak menggelar Rakornas di Surabaya yang dimulai hari ini,

()