Seorang karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/3). IHSG pada perdagangan Senin (28/3) ditutup melemah 53,4 poin atau 1,11 persen ke level 4.773,6. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.

Jakarta, Aktual.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang telah mengucurkan kredit ke Medco Group dari dana utangan China Development Bank dianggap tidak wajar.

Pasalnya, dana itu digunakan Medco untuk mengakuisisi saham PT Newmont Nusa Tenggara. Padahal sesuai tujuan awal utangan dari bank China itu untuk pengembangan proyek infrastruktur.

Mandiri sendiri menjadi salah satu bank BUMN, selain PT BRI (Persero) Tbk dan PT BNI (Persero) Tbk, yang masing-masing mendapat US$1 miliar.

Menurut sosiolog dari Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta Luluk Hamidah, publik menekan kedua korporasi itu untuk menuntut transparansi kenapa Mandiri mau mengucurkan kredit ke Medco yang hanya digunakan buat beli saham NNT.

“Padahal, bank pemerintah ke CBD saja sudah dianggap aneh dan mengandung risiko, apalagi kalau ternyata dipakai Medco untuk akuisisi saham Newmont, ini ada apa?” ujar dia kepada Aktual.com, Minggu (3/4).

Menurut Luluk, kebijakan tersebut tentu sangat janggal dan tidak lazim. Apalagi memang Medco meminjam dana CDB itu bukan untuk proyek infrastruktur, hanya untuk kepentingannya mengakuisis saham Newmont.

“Itu sudah melenceng jauh. Ini sangat janggal dan tidak lazim. Perlu dibuka setransparan mungkin ke depan publik.”

Tak hanya itu, Luluk juga menyoroti kejanggalan lainnya. Menurut dia, dengan sikap Mandiri yang mau mengucurkan kredit ke Medco itu sepertinya sudah mengubah tujuan awal di tengah jalan.

“Apakah memang sedari awal skenarionya begitu (tidak untuk infrastruktur)? Berarti sudah ada kebohongan publik dong.”

Untuk itu, dia berharap sebelum publik mengetahui sendiri kebohongan itu, mestinya Mandiri sendiri yang membuka ke publik. “Saya harap, pihak Mandiri mau menjelaskan ke publik tentang kebenaran apa yang mereka sedang sembunyikan.”

Data yang dimiliki Aktual.com, pinjaman dari CDB senilai US$1 miliar semestinya buat modal pembangunan infrastruktur, ternyata oleh pihak Bank Mandiri disalurkan kepada Grup Medco yang mendapat pinjaman senilai US$395.000.000 atau senilai Rp5,1 triliun.

Terdiri dari PT Medco E&P Tomori senilai US$50 juta, PT Medco Energy International Tbk sebesar US$245 juta dan PT Medco Energi Internasional USD100 juta

(Wisnu)