Jakarta, Aktual.com – Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) menegaskan penolakannya terhadap terbitnya surat dari Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) perihal Penugasan Pembina Upacara dari Menteri ESDM.

Ketua Umum SPPSI, Muhammad Syafirin menegaskan bahwa BPH Migas bukan bagian dari struktural Pertamina dan tidak ada urgensinya maka SPPSI merasa keberatan jika BPH Migas menjadi pembina upacara peringatan HUT RI ke – 74 di beberapa unit operasi strategis Pertamina.

“Penolakan lebih kepada tak ada urgensinya ESDM upacara di Pertamina. Terlebih kami (SPPSI) menilai BPH Migas bukan bagian dari struktural Pertamina,” tegas Syafirin, Kamis (15/8).

Maka, SPPSI, kata Syafirin, menyesalkan keluarnya surat dari BPH Migas terkait penunjukan pembina upacara.

Menurutnya, Upacara HUT RI ke – 74 merupakan motivasi bagi pekerja dengan mengambil semangat para pejuang kemerdekaan dalam merebut dan mempertahankan bangsa ini dari penjajah dan seharusnya dilakukan oleh pimpinan dimasing-masing unit yg paham tentang operasional perusahaan, bukan instansi lain terlebih hanya untuk gagagahan saja” jelasnya.

Dirinya pun kuatir jika kegiatan tersebut dilakukan, maka dapat menimbulkan pelanggaran terhadap tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG), seperti akan ada kegiatan protokoler, penyambutan dll, padahal setelah upacara pekerja Pertamina khususnya TBBM akan melanjutkan pekerjaannya walau hari libur.

(Abdul Hamid)