Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menghadiri acara pembukaan sesi "Pathways to Prosperity" dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10). Agenda tersebut membahas tentang perkembangan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun/wsj/2018

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti peluang yang dimiliki Indonesia dalam menjadi mata rantai (supply chain) di sektor umrah dan haji. Pasalnya, sebagian besar dari masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah dan haji.

Menurutnya, dengan potensi sebesar itu sudah seharusnya Indonesia menjadi pemain yang menyediakan kebutuhan jamaah umrah dan haji.

“Jumlah masyarakat RI yang tunaikan umrah, haji, dan kegiatan tourism, itu begitu banyak dan kita perlu pelajari untuk manfaatkan supply chain dari market tersebut,” ujar Sri Mulyani dalam Muktamar Ke-IV Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia di Jakarta, dikutip dari okezone.com, Sabtu (24/8).

Dia menekankan, Indonesia seringnya hanya sekadar menjadi pasar. Namun, tidak mengambil peran sebagai penyuplai kebutuhan tersebut.

“Kita sering jadi pengguna dan tidak secara sistmatis jadi kapitalisasi marketnya. Padahal kalau dipikir umrah dan haji itu dari persiapan dan berngkat potensinya besar sekali,” kata dia.

Menurut Sri Mulyani, untuk bisa menjadi pelaku di industri halal tersebut, maka perlu sinergi antara kementerian dan lembaga. Sehingga diharapkan, Indonesia tak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen di industri halal.

“(Misalnya) Menperin lauching industri 4.0 kenapa enggak sekalian industri syariah makanan dan minuman, yang pangsa pasrnya besar di Indonesia,” kata dia.

(Zaenal Arifin)