Anggota Komisi VII DPR, Harry Purnomo meminta direksi PT Pertamina Persero bekerja secara progresif untuk menyelesaikan proyek kilang. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VII DPR, Harry Purnomo, mengatakan PT Pertamina mengalami ‘obesitas’ atau struktur yang terlalu gemuk hingga perusahaan itu tidak sehat.

Lalu ini juga membuktikan bahwa upaya efisiensi yang didengung oleh pemerintah selama ini, ternyata hanya isapan jempol belaka. Dengan banyaknya jumlah direktur, maka akan meningkat anggatan belanja fasilitas dan tunjangan.

“Pertamina seumur-umur belum ada direksi itu 10 orang, dulu itu hanya 5 orang, itu gemuk dan boros. Direktur itu gajinya kan tinggi, nanti ada mobil dan tunjangan jabatan dan lain lain, itukan besar juga walaupun katakanlah pertahun itu nambah Rp1 miliar, itukan tetap aja boros,” kata Harry di Jakarta, Senin (4/12).

Dia menilai pemerintah saat ini tidak fokus untuk mendorong pengembangan usaha Pertamina, Justru muncul kesan bagi-bagi kue jabatan.

“Maaf yah, inilah karakter buruk kita, seolah-olah kalau suatu perusahaan punya struktur organisasi besar itu hebat, padahal enggak, seharusnya yang diperbesar itu usahanya bukan organisasinya. Ini menyakitkan,” pungkasnya.

Berikut nama-nama direksi Pertamina:
1. Direktur Utama: Elia Massa Manik
2. Direktur Keuangan: Arief Budiman
3. Direktur Hulu: Syamsu Alam
4. Direktur Gas: Yenni Andayani
5. Direktur Pemasaran: Muchamad Iskandar
6. Direktur Manajemen Aset: Dwi Wahyu Daryoto
7. Direktur Pengolahan: Toharso
8. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko: Gigih Prakoso
9. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang
10. Direktur SDM: Nicke Widyawati.

(Reporter: Dadangsah Dapunta)

(Ismed Eka Kusuma)