Direktur Suara Milenial institute, Muhammad Aderman

Jakarta, aktual.com – Direktur Suara Milenial institute, Muhammad Aderman menyayangkan tidak dikibarkannya bendera Merah Putih ketika tim bulu tangkis Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020, di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam.

Tim Indonesia merebut Piala Thomas dengan mengalahkan China 3-0 pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam.

Namun, karena terkena sanksi WADA (Badan Antidoping Dunia) maka bendera Merah Putih tidak dapat dikibarkan bersamaan dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Sebagai gantinya bendera PBSI yang dikibarkan.

“Ironis, pada saat merayakan kemenangan Thomas Cup, Merah Putih tidak bisa berkibar, tentunya ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Ade sapaan akrab Direktur Suara Millenial Institut ini Jakarta, Minggu (17/10), ditulis pada Selasa (19/10).

Ade menyayangkan tidak bisa dikibarkannya Merah Putih di Ceres Arena, Denmark.

“Sangat disayangkan, rasanya seperti makan kurang garam. Biasanya kan Merah Putih dikibarkan bersamaan dengan lagu Indonesia Raya,” kata Muhammad Aderman yang memuji para atlet dan offisial tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut dan tetap fokus bertanding.

Maka dari itu Pak Presiden Jokowi perlu Memberikan Sanksi yang tegas kepada pihak yang telah lalai dan tentunya membuat malu bangsa. Menurutnya, ini bukan hal yang sepele karena perbuatan abai ini, beberapa event olahraga Indonesia tidak boleh mengibarkan bendera Merah putih sampai Tahun 2022.

“Ini kecelakaan Sejarah yg memalukan Bangsa Indonesia,” ujar Ade

Ade berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah sanksi WADA tersebut. Tidak hanya bersifat seremonial tetapi benar-benar bisa sampai menuntaskan ke akar masalahnya. Apalagi drama ini terjadi di tengah gembar-gembornya pemerintah ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia, tuan rumah Olimpiade.

“Saya berharap pemerintah menuntaskan dan mencari akar masalah dari kejadian fatal ini sampai tuntas. Dalam arti lebih dalam, jika kemudian ada kesengajaan dari oknum tertentum berikan sanksi tegas kepadanya,” tandas Ade.

Sebelumnya diberitakan bahwa Indonesia bersama Korea Utara dan Thailand dinyatakan tidak patuh oleh Badan Antidoping Dunia (WADA), sehingga dijatuhi sanksi.Salah satu sanksinya adalah atlet dari tiga negara tersebut masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia, namun tidak bisa mengibarkan bendera nasional mereka selain di olimpiade.

(Rizky Zulkarnain)