Jakarta, Aktual.co — Raja Yogyakarta, Sri Sultang Hamengkubuwono X, mengaku tidak bisa memberikan penjelasan lebih dalam terkait hilangnya dua gelar yakni Khalifatullah dan sayidin.
Dijelaskan Sultan yang juga menjabat sebagai Gubernur Yogyakarta itu, dihilangkannya dua gelar itu, karena dirinya mendapatkan perintah dari leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa (dhawuh).
”Saya dapat keterangannya hanya itu. Tidak berani melangkah jauh, takut keliru,” kata Sultan saat menjelaskan Sabda Raja di Ndalem Wironegaran, Jalan Panembahan, Keraton, Yogyakarta, Jumat (8/5).
Hilangnya dua Sabda tersebut, kata Sultan, memang sulit untuk dijelaskan secara rinci dan dipahami. Namun dia berharap masyarakat menerima Sabda ini tidak hanya dengan pikiran, namun dengan hati.
“Soal (hilangnya gelar) Khalifatullah, saya hanya bisa menyampaikan ini. Kalau lebih dari itu, artinya saya ngarang dewe,” tegasnya.
Selain itu, Sultan juga menjelaskan terkait Sabda Raja yang dikeluarkannya pada Senin (5/5). Dalam Sabda Raja yang dibacakannya itu, Sultan tak membukanya dengan ucapan salam, Assalamualaikum.
“Sabda Raja ini tidak pakai Assalamualaikum, bukan berarti di Keraton tidak boleh pakai Assalamualaikum. Ini dhawuh Gusti Allah, saya sampaikan titah Allah kepada orang lain, masa pakai Assalamualaikum,” ujar Sultan.
Artikel ini ditulis oleh:

















