Jakarta, aktual.com, – Pemimpin umum Markaz Al-Jilani, Syaikh Prof. Mehmet Fadil Ceylani (Jailani) bersama rombongan Markaz Al-Jilani Asia Tenggara menghadiri undangan Majelis Mahabbah Ulama di kediaman resmi Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Putrajaya, Kuala Lumpur, Selasa (3/12) malam. Kedatangan Syaikh Mehmet Fadil Ceylani yang didampingi Rais Markaz Al-Jilani Asia Tenggara KH Muhammad Danial Nafis disambut langsung oleh tuan rumah, PM Anwar Ibrahim.

Acara dibuka dengan pembacaan Maulid Simtud Durār dan dilanjutkan dengan pembacaan Hizib Bahr yang dipimpin oleh KH M. Danial Nafis. Maulid, hizib dan wirid ini dibacakan khusus untuk keselamatan dan perlindungan PM Anwar Ibrahim beserta rakyat Malaysia.

Syaikh Fadil kemudian membuka ceramahnya soal pentingnya penguasaan ilmu agama dalam pemahaman Waliyullah Syaikh Abdul Qodir Jailani. Menurut leluhurnya tersebut, pemahaman atas ilmu agama yang baik jauh lebih bernilai dari harta dan tahta yang dimiliki oleh manusia. Sebab hanya dengan pemahaman agama yang baik, umat dan masyarakat akan tercerahkan untuk membangun kehidupan yang bermanfaat bagi sesama.

“Ilmu, Ilmu dan Ilmu. Demikian pesan terakhir Syaikh Abdul Qodir al-Jilani kepada anak-anaknya menjelang beliau wafat. Berulangkali Syaikh Fadil menegaskan hal tersebut. Bagi beliau, ini yang lebih penting. Sebab, ilmu yang baik akan bernilai dakwah bagi orang lain,” ujarnya saat menyampaikan tausiah.

Senada, PM Anwar Ibrahim pun menjelaskan pentingnya pemahaman ilmu agama yang baik bagi seorang muslim. Terutama dalam hal pemahaman wasathiyah yang cenderung moderat berdasarkan manhaj ahli sunnah wal jamaah. PM Anwar berpendapat hanya dengan ilmu, seorang muslim tidak mudah untuk berpikiran negatif dan melakukan tindakan permusuhan.

“Saya senang mendengar tausiyah Syaikh Fadil yang memberi penekanan terhadap pemahaman Wasathiyah. Pemahaman Manhaj Ahlu Sunnah Wal Jamaah ini yang semestinya membuat Muslim berperangai baik dan berakhlakul karimah. Ini juga akan jadi concern bagi pemerintah Malaysia untuk memasukkan sikap Wasathiyah ini dalam pendidikan masyarakat,” ujarnya saat memberi sambutan.

Agenda yang berlangsung selama dua jam itu dihadiri ratusan jamaah. Mereka tampak antusias mendengarkan ceramah ulama Turki tersebut. Secara bersamaan, lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat atas Baginda Nabi Muhammad yang mewarnai hampir setiap sesi pengajian, menambah khusyuk pengajian malam kemarin.

Selain PM Malaysia, tampak juga sejumlah pejabat negara dan tokoh Malaysia yang hadir. Antara lain Menteri Agama Dr Mohd Na’im Mokhtar, Mufti Wilayah Persekutuan Dr Sirajuddin Siraj, Prof Abdul Hamid Al-Mahdali, Dr Mujahid Yusoff, dan Tan Sri Hamid Syed Jaafar Albar.

(Rizky Zulkarnain)