Adapun nifaq i’tiqadi (keyakinan), seperti orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran, maka ia adalah orang kafir, dan akan kekal selamanya di neraka.

Pada suatu hari, Baginda Nabi Saw bermimpi melihat seorang laki-laki yang mulutnya dirobek dari bagian kanan dan kirinya dengan besi yang bentuknya seperti kail, lalu setiap kali menyatu, maka mulutnya akan dirobek lagi.

Baginda Nabi Saw bertanya kepada kedua malaikat dalam mimpinya, siapakah orang yang disiksa dengan siksaan seperti ini, lalu mereka menjawab:

” الَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ”

Artinya: “Apa yang kamu lihat dari seseorang yang mulutnya dirobek, dia adalah pembohong, sekali membuat kebohongan maka akan menyebar ke seluruh penjuru, dan kebohongan itu dibawanya hingga hari kiamat “. (HR. Bukhari).

Syekh Yusri mengomentari, bahwa diantara kebohongan ini adalah berita-berita hoaks yang tidak benar, yang dikirimkan melalui media sosial seperti facebook , whatsupp dan yang lain yang ada di zaman sekarang, sehingga sangat mudah sekali menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Maka ancaman bagi para penyebar berita hoaks ini adalah seperti apa yang dilihat oleh baginda dalam mimpinya. Hadits ini juga menunjukkan tentang mukjizat Baginda Nabi Saw tentang tekonologi internet di zaman sekarang, yang pada masa baginda tidak pernah terpikir bagaimana suatu berita bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia dalam satu waktu. Wallahu a’lam.

Laporan: Abdullah Alyusriy

(Abdul Hamid)