Jerusalem, Aktual.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (25/2) mengecam PM Inggris David Cameron, sehari setelah Perdana Menteri Inggris tersebut mengecam perluasan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur.

Netanyahu menuduh Cameron “lupa” bahwa kekuasaan Israel ialah memelihara kota suci tersebut dari kelompok fanatik.

“Cameron, yang tak diragukan adalah teman Israel, tampaknya telah melupakan sebagian fakta dasar mengenai Jerusalem,” kata Netanyahu dalam satu konferensi Partai Likud, yang dipimpinnya, di Kota Ofakim di Israel Selatan, dikutip dari Xinhua, Jumat (26/2).

“Hanya kedaulatan Israel di Jerusalem menghalangi IS dan HAMAS membakar tempat suci di kota tersebut, seperti mereka melakukannya di tempat lain di Timur Tengah,” kata Netanyahu menambahkan.

Pada Rabu (24/2), Cameron mengecam pembangunan oleh Israel di Jerusalem Timur, daerah yang kebanyakan warganya adalah orang Palestina.

“Saya sangat diketahui sebagai teman baik Israel, tapi saya harus mengatakan untuk pertama kali saya mengunjungi Jerusalem dan melakukan perjalanan yang layak ke sekeliling kota itu dan melihat apa yang telah terjadi dengan pengepungan efektif atas Jerusalem Timur, wilayah pendudukan Jerusalem Timur. Itu sungguh mengejutkan,” kata Cameron kepada Parlemen Inggris selama acara tanya-jawab.

Israel menduduki Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza selama Perang Timur Tengah 1967, dan belakangan mencaplok Jerusalem Timur, dalam tindakan yang dikutuk oleh masyarakat internasional.

Permukiman Yahudi di Wilayah Palestina tidak sah berdasarkan hukum internasional dan masyarakat internasional menentang pembangunan permukiman Yahudi serta mengatakan pembungan permukiman merusak prospek bagi berdirinya Negara Palestina berdampingan dengan Israel.

Lonjakan perlawanan Palestina, termasuk serangan penembakan, penikaman dan menabrakkan mobil yang sering terjadi, mulai terjadi di Jerusalem pada pertengahan September berkaitan dengan hak berkunjung ke tempat suci buat umat Muslim dan Yahudi.

Kerusuhan dengan cepat menyebar ke Israel dan bagian lain Tepi Barat, dan sejauh ini menewaskan tak kurang dari 170 orang Palestina dan 28 orang Israel.

(Antara)

()