Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tarif angkutan udara yang tinggi pada Januari 2019 masih mengikuti pola musiman.

“Kalau bulan-bulan lebaran sama akhir tahun, ada kecenderungan transportasi naik terutama angkutan udara,” kata Darmin di Jakarta, Jumat (1/2).

Hal tersebut diungkapkan Darmin dalam menanggapi tarif angkutan udara yang tinggi dan menjadi salah satu penyebab terjadinya laju inflasi pada Januari 2019.

Darmin tidak terlalu mengkhawatirkan tarif angkutan dapat menjadi penyumbang inflasi pada bulan berikutnya, karena belum ada fenomena musiman yang membutuhkan permintaan tiket pesawat udara.

Terkait pengendalian laju inflasi, ia memastikan fokus pemerintah adalah menjaga stabilitas harga pangan seperti yang sudah dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

“Kalau pangan kita kendalikan, hasilnya bisa lumayan bagus. Itu konsisten dengan pencapaian inflasi tiga tahun berturut-turut yang bisa masuk ‘range,'” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi pada Januari 2019 sebesar 0,32 persen yang disumbangkan oleh kenaikan harga ikan segar, beras dan sayur-sayuran.

Untuk itu, kelompok bahan makanan tercatat mengalami tingkat inflasi tinggi dalam periode ini yaitu mencapai 0,92 persen diikuti kelompok sandang 0,47 persen.

Namun, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,16 persen sehingga mampu menahan pergerakan inflasi.

Meski demikian, tarif angkutan udara pada Januari 2019 justru menyumbang inflasi 0,02 persen karena tingginya harga tiket pesawat udara.

Dengan pencapaian inflasi Januari 2019, maka inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,32 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 2,82 persen.

Inflasi Januari 2019 juga relatif rendah dibandingkan periode sama dalam dua tahun terakhir, yaitu Januari 2018 sebesar 0,62 persen dan Januari 2017 sebesar 0,97 persen.

antara

(Arbie Marwan)