Jakarta, aktual.com – Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan Tangkap, M. Zaini Hanafi menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai angka Rp 3,5 Triliun.

Penggunaan PNBP ini menurutnya akan digunakan untuk membangun kampung nelayan.

“Target kita PNBP itu Rp 3,5 Triliun nanti kita akan gunakan untuk membangun kampung nelayan,” ucapnya saat ditemui pada acara RKA-K/L Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap TA 2023, Jakarta, Senin (10/9).

Program basis sentral yang menjadi fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu Program Revitalisasi Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan Perkembangan Kampung Nelayan.

“Program 2023 nanti kita hanya fokus pada PIT dan perkembangan kampung nelayan,” ungkapnya.

Ia berharap dalam program tersebut mampu mensejahterakan nelayan dan meningkatkan pendapatan negara.

“Tentu harapannya yang bagus dong, mensejahterakan nelayan kemudian PIT ini berjalan dari PIT itu ada peningkatan pendapatan negara meningkat,” ucap Hanafi.

Sementara itu, Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Mochamad Idnillah menyebutkan bahwa tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2023 yaitu menyiapkan kualitas pelayanan.

“Tantangan yang akan kita hadapi tentunya yaitu meningkatkan kualitas pelayanan yang ada sekarang dan juga menyiapkan layanan-layanan yang belum ada,” ucapnya.

Selain itu, ia menyampaikan kabar gembira bahwa 22 Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait pelayanan pengukuran akan diurus oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Bahwa 22 UPT terkait dengan pelayanan pengukuran semuanya dihandle KKP, karena semua kapal perikanan di 22 UPT diwajibkan berpangkal di sana,” kata Cak Moch sapaan akrabnya.

(Rizky Zulkarnain)