Dalam aksinya Asosiasi Driver Online (ADO) mendesak Presiden Jokowi untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Jakarta, Aktual.com Aksi demo yang dilakukan sejumlah driver online setelah Kementerian Perhubungan menaikkan tarif dinilai tidak tepat. Sejumlah driver menilai, akan lebih baik para driver tetap fokus untuk bekerja.

Harsono (41) pengemudi Gocar yang sudah setahun lebih menjadi driver online mengatakan, disaat situasi seperti ini, sebaiknya driver fokus saja untuk bekerja. Mengisi kegiatan positif akan jauh lebih baik, ketimbang melakukan demo, apalagi tarif sudah dinaikkan.

“Tarif sudah dinaikan, walaupun tak begitu besar. Kita bersyukur tarif sudah naik, kita jadikan kenaikan tarif ini sebagai penyemangat kerja,” ungkap Harsono saat ditemui wartawan Senin sore, (12/9).

Di sisi lain, ia berpendapat sebaiknya teman teman driver online lain, yang melakukan demonstrasi, seperti dilakukan di sejumlah titik pada hari ini, agar bisa lebih tertib karena imbas dari demo tersebut akan membuat kemacetan dan bikin susah sesama driver juga.

Sementara, Abdul Rizak (43), salah satu driver Maxim yang menarik ojol di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, mengatakan dengan adanya kenaikan tarif membuat ia lebih bersemangat.

Kata dia, melihat adanya kenaikan tarif untuk driver online adalah bukti adanya perhatian dari pemerintah dan perusahaan kepada mitra. “Gak perlu-lah demo, bikin macet dan orderan juga anyep karena konsumen jadi takut sama kita,” ujarnya.

Rozak berharap, kenaikan tarif ini dapat mengkompensasi kenaikan biaya hidup yang merupakan dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya.

‚ÄúSelaku driver saya bersyukur karena kenaikan tarif ini akan berdampak dengan bertambahnya jumlah pendapatan saya. Tapi di lain sisi, pasti akan sedikit memberatkan pelanggan karena akan mengeluarkan ongkos lebih besar dari sebelumnya untuk menggunakan layanan ojol. Semoga ini tidak berdampak terhadap jumlah order kami di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah driver melakukan demo, antara lain di depan Kantor Grab Indonesia yang lama, Gama Tower, Jakarta Selatan dan kantor Gojek, Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan. Massa aksi sempat ricuh dan membuat gerbang depan Gama Tower ambruk pada pukul 11.04 WIB.

Sementara di Pasar Raya, para pendemo juga sempat ricuh. Kericuhan terjadi saat massa aksi yang menyampaikan pendapat sejak pukul 13.00 WIB mendesak masuk ke kantor Gojek.

(Wisnu)