Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M.Taufik menyambut baik keinginan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk ikut turun tangan menengahi polemik beda tafsiran antara dirinya dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 1 Tahun 2014 mengenai Pemerintahan Daerah.
Taufik mengaku senang dan mengapresiasi rencana Mendagri dalam polemik payung hukum pengangkatan Ahok sebagai Gubernur DKI.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi Pak Tjahjo Kumolo untuk turun langsung. Ya memang begitu seharusnya ada dialog dengan DPRD untuk menafsirkan payung hukumnya. Tau sendiri kan kita juga sudah mengajukan tafsiran ke Mahkamah Agung (MA),” kata Taufik, di Gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/10).
Dia mengaku tak berpikir kalau ikut turun tangannya Tjahjo dalam polemik ini sebagai upaya PDI-P untuk memuluskan Ahok agar jadi Gubernur DKI. 
“Saya gak berpikir gitu, Ya baguslah saya mengapresiasi (turun tangannya Mendagri) karena memang seharusnya begitu. Terlepas nanti Undang-Undang apa yang akan dipakai ya kita terima. Gerindra tuh partai yang taat aturan,” ujarnya. 
Selain itu, Taufik juga membantah kalau dirinya ngotot mengajukan tafsirannya agar dirinya bisa menduduki posisi Gubernur DKI. Kata dia, dirinya tak punya kewenangan untuk mengatur itu.
“Ya saya gak ada kewenangannya, emang saya yang ngatur. Kan aturannya ada di DPP Gerindra. Itu pimpinan yang menentukan.”

()