Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo ketika mendapat penghargaan dari Kapolres Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal, di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (6/7). penghargaan ini diberikan karena Mayor Tunggul berhasil menembak mati kawanan perampok yang mencuri di rumahnya, dan perampok tersebut merupakan DPO Polisi. Foto: Aktual.com/Ahmad H. Budiawan

Surabaya, Aktual.com – Usai sukses menembak mati dua pelaku yang merampok rumahnya di Jalan Simorejo Surabaya, Jawa Timur, Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo akhirnya mendapat penghargaan dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, pada Kamis (6/7).

Selain mendapatkan piagam, Paopsjar Sekopaska Pusdiksus Kodikopsla Surabaya ini juga mendapatkan tali asih atas jasanya yang turut membantu polisi.

“Patut kita apresiasi karena sudah membantu polisi. Apalagi, pelaku yang ditembak adalah pelaku yang menjadi DPO (daftar pencarian orang) Polisi,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal.

Dijelaskannya, apa yang dilakukan mayor Tunggul persis dengan strategi Polrestabes Surabaya yang disosialisasikan pada masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri. “Memang tidak semua orang punya atau bisa memegang senjata. Tapi kan banyak masyarakat yang memiliki keahlian bela diri untuk melawan setiap tindakan kejahatan,” lanjut Iqbal.

Sementara Mayor Tunggul mengakui jika tindakannya menembak para pelaku di rumahnya di Jalan Simorejo Surabaya, hanya untuk membela diri mengamankan keluarga dari ancaman bahaya.

“Mereka mengeluarkan pistol. Dan itu tidak bisa dilawan dengan tangan kosong,” kata Mayor Tunggul saat di mapolrestabes Surabaya.

Sementara dari catatan polisi, salah satu pelaku yang tewas bernama Abdul Azis, merupakan DPO yang sudah 88 kali melakukan aksi pencurian dan perampokan bersenjata.

Bahkan, sebelum tewas di tangan Anggota Pasukan Katak kemarin, kelompok Azis pernah terlibat baku tembak di jembatan Suramadu dengan polisi. Azis berhasil kabur, namun akibat baku tembak tersebut, seorang anggota jasa marga tewas tertembak, dan seorang perwira polisi juga dilarikan ke rumah sakit akibat tertembak tangannya.

Seperti diketahui sebelumnya, Mayor Tunggul menembak Abdul Azis dan Nadi Binto yang mencuri kendaraan di rumahnya. Mayor Tunggul terpaksa melakukan penembakan setelah melihat pelaku mengeluarkan senjata api berjenis pistol.
Laporan Ahmad H. Budiawan

()