Sejumlah jamaah calon haji wanita lansia berjalan antre saat pelepasan keberangkatan kloter pertama di Asrama Embarkasi Haji Adisumarmo, Donohudan, Boyolali, Jumat (21/8). Menurut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Adisumarmo Boyolali, jumlah jamaah calon haji kloter pertama yang diberangkatkan asal Kabupaten Cilacap seluruhnya sebanyak 356 orang, sedangkan empat calon haji lainnya tertunda karena sakit dan dirujuk di Rumah Sakit Dr. Moerwadi Solo. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc/15.

Jakarta, Aktual.com — Sebanyak 20 calon haji (calhaj) Provinsi Kepulauan Riau belum menerima visa dari Pemerintah Arab Saudi sehingga terancam gagal berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci sesuai jadwal.

“Ada 20 calon haji yang belum menerima visa, dan hingga saat ini masih diurus,” kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam, Widarto di Batam, Kepri, Minggu (23/8).

Perwakilan Kemenag Kepri sedang berada di Jakarta untuk mengurus visa 20 calon haji yang seluruhnya tergabung dalam kelompok terbang pertama Embarkasi Batam.

Padahal, 20 orang calon haji itu dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Batam pada Minggu (23/8) dan Senin (24/8), untuk kemudian diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (25/8).

PPIH berharap seluruh visa bisa keluar pada waktunya, agar jamaah calon haji bisa berangkat sesuai jadwal.

“Insya Allah, mudah-mudahan bisa jadi hari ini. Karena berdasarkan informasi, Kedutaan Arab Saudi hari ini mengeluarkan 9.000 visa. Kami harap, di antaranya ada 20 calon haji Kepri,” kata dia.

Namun, bila visa belum juga keluar, maka kemungkinan keberangkatan calon haji itu akan diundur bersama kloter berikutnya, seperti yang terjadi dengan jamaah haji Jakarta dan Solo.

Keterlambatan penerbitan visa itu disebabkan kerusakan pada mesin milik Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, bukan kesalahan Kemenag.

(Ant)

()