Ketua DPR RI Setya Novanto bersama Wakil Ketua Komisi IV Titiek Soeharto saat melakukan sidak harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/1/2017). Harga cabai yang melambung tinggi menjadi keprihatinan Ketua DPR untuk melihat langsung harga cabai di pasar. Harga cabai merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp100 ribu per kg. Sebelumnya pernah menyentuh Rp120 ribu per kg. Kenaikan ini disebabkan salah satunya faktor cuaca yang membuat banyak cabai rusak. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPR RI Setya Novanto menerima kunjungan Ketua Parlemen Republik Korea Mr. Chung Sye-kyun. Kunjungan itu dinilai penting bagi upaya peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea.

Terlebih, Indonesia dan Korea telah menandatangani Deklarasi Bersama untuk Kemitraan Strategis pada tahun 2006 guna meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan politik kedua negara.

Novanto mengungkapkan, adanya kegiatan saling kunjung pejabat tinggi kedua negara, seperti kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea pada bulan Mei 2016 dan kunjungan pejabat tinggi Republik Korea sebelumnya ke Indonesia, di antaranya Presiden Park Geung-hye pada tahun 2013, menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara.

“Bagi Indonesia, Republik Korea atau Korea Selatan merupakan mitra penting di bidang ekonomi dan perdagangan. Untuk nilai perdagangan kedua negara, memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Total volume perdagangan kedua negara tahun 2014 sebesar 22,5 miliar US dollar, tahun 2015 sebesar 16,1 miliar US dollar, dan pada tahun 2016 (dari bulan Januari sampai Oktober) tercatat sebesar 11,2 miliar US dollar,” ujar Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1).

Ia berharap, nilai perdagangan kedua negara ke depan dapat ditingkatkan kembali. Menurutnya, Indonesia dan Korea bisa saling melengkapi satu sama lain, sesuai dengan potensi masing-masing, dalam memajukan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

“Kami juga berharap nilai investasi Republik Korea di Indonesia dapat ditingkatkan kembali. Nilai investasi Republik Korea sampai triwulan ke-III 2016 di Indonesia tercatat sebesar 272,3 juta US dollar untuk 499 proyek. Besaran investasi ini mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai investasi pada tahun 2015 yang mencapai 1.213,5 juta US dollar untuk 2.329 proyek,” jelas Ketua Umum Partai Golkar itu.

Meski demikian, Novanto mengapresiasi investasi perusahaan-perusahaan besar Korea Selatan di Indonesia, seperti POSCO, Hankook Tire, Samsung, dan lain-lain, karena turut berkontribusi bagi kemajuan dan perkembangan ekonomi Indonesia.

Menurut dia, Indonesia dan Korea juga perlu meningkatkan kerja samanya dalam menciptakan stabilitas keamanan di kawasan. Indonesia, kata dia, mengajak negara-negara di kawasan untuk memanfaatkan secara serius forum-forum regional di kawasan, seperti ASEAN Regional Forum (ARF), untuk mencari solusi damai atas masalah-masalah keamanan di kawasan, termasuk masalah keamanan di Semenanjung Korea.

“Peningkatan hubungan antarparlemen, antara DPR RI dan Majelis Nasional Republik Korea, sudah tentu juga perlu terus dilakukan. Untuk itu, DPR RI telah membentuk Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen Republik Korea sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penguatan kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan Republik Korea,” pungkasnya.

Laporan: Nailin In Saroh

(Nebby)