Ketua DPR Ade Komarudin memberikan pidato dan sekaligus membuka acara konser musik ‘Revolusi Pancasila’ yang digelar, di Pustakaloka Nusantara IV Gedung Parlemen, Senayan, Kamis (26/5/2016). Jelang memperingati hari lahir 70 Tahun Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2016 nanti, sejumlah elemen masyarakat menggelar acara bertajuk konser musik ‘Revolusi Pancasila’ yang digelar di Ruang Pustakaloka Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen.

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) berharap insiden teror bom yang terjadi jelang lebaran di Mapolresta Surakarta, Solo kemarin dapat menjadi tolak ukur baik bagi pemerintah dan DPR RI untuk segera menyelesaikan pembahasan revisi Undang-Undang (RUU) Terorisme.

Pembahasan RUU Terorisme saat ini tengah dibahas dalam panitia khusus (Pansus) yang dibentuk melalui lintas komisi.

“Saya berharap dengan satu terkait urusan negara, terjadinya ledakan kemarin di Solo semoga menjadi pendorong bagi segeranya pemerintah dan DPR membahas tuntas RUU Terorisme,” kata Akom, di sela-sela acara open house, di rumah dinas, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (6/7).

“Kejadian ini mengaharuskan kita dari segi peraturan perundangan maupun segi kerja politik tetap bekerja keras, agar terorisme dapat di bendung di negeri ini,” tambahnya.

Menurut Akom, aksi teror bom kemarin tentu sangat mengganggu segala aspek,  baik dari segi politik maupun ekonomi, suatu negara.

“Tentu terorisme ini sangat mengganggu stabilitas politik, sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan melesunya ekonomi dunia yang berdampak pada perekonomian Indonesia,” tandas politikus Golkar itu. (Ijal)

(Eka)