Jakarta, Aktual.com — Tiga group musik kontemporer dari Riau, Bandung dan Papua yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif akan menunjukkan penampilannya di OzAsia Festival, Adelaide, Australia pada 20-26 September 2016.

“Ada lima program yang akan diselenggarakan di sana yang didukung Bekraf, tiga di antaranya adalah ‘showcase musiz’, dari Ega Robot, Riau Rhythm dan Eyuser,” kata Ketua Delegasi Indonesia untuk OzAsia Festival Rama Thaharani di Jakarta, Selasa (30/8).

Ketiga group musik kontemporer Indonesia ini telah lolos kurasi oleh Direktur Pelaksana OzAsia Festival dengan mempertimbangkan kriteria gagasan kontemporer pada karya yang ditampilkan.

Group musik asal Bandung misalnya, Ega Roboy, hadir dengan musik perkusi yang memunculkan kendang sebagai suara yang dominan. “Yang dicari adalah seniman kontemporer itu idenya seperti apa, misalnya, kelompok Ega Robot melihat kendang dengan cara lain.”

Sementara itu, Riau Rhythm dari Riau akan menampikan karya Suvarnadvipa, yakni karya seni dengan kedalaman cerita dan inspirasi serta budaya yang dipadukan dengan musikalitas Ethnocontempo.

Konsep Ethnocontempo merupakan upaya eksplorasi jangkauan musik yang lebih memberikan porsi besar pada tradisi sebagai elemen penggarapan.

Gaya Riau Rhythm dengan basis melayu akan berbeda dengan grup musik asal Papua, Eyuser, yang sangat polinesia serta Ega Robot yang kental dengan kendang Sunda.

Bekraf sebagai lembaga pemerintah mengorganisasi para seniman untuk dikirim ke berbagai festival di luar negeri, berharap agar seni pertunjukan Indonesia di OzAsia Festival menjadi komoditi berdaya jual tinggi.

“Harapannya adalah gimana kita mengubah potensi kreatif kita yang saya yakin ada jutaan berdasarkan ide, tidak akan ada habisnya, ini menjadi potensi ekonomi baru yang nantinya menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik.

(Wisnu)