Wakil Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (kiri) berbincang dengan Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian (kanan) disaksikan Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kedua kanan) dan Kabaharkam Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno (kedua kiri) sebelum menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/7). Presiden Joko Widodo menghadiri acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-70 Tahun 2016 dan Buka Puasa Bersama keluarga besar Polri. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/foc/16.

Jakarta, Aktual.com- Komjen Pol Budi Gunawan diyakini akan tetap menjabat sebagai Wakapolri setelah DPR RI menyetujui Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon Kapolri atas usulan Presiden Joko Widodo.

Ketua Presidium Pro Demokrasi (ProDem), Andrianto menilai posisi Budi Gunawan sangat penting bagi Tito Karnavian untuk dapat menjaga keseimbangan politik dengan partai pendukung pemerintah utamanya Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDI-P).

“Akan tetap menjadi Wakapolri. Bagaimanapun Komjen Budi Gunawan referensentasi perwira senior yang punya hubungan khusus dengan PDI Perjuangan,” ujarny saat dihubungi, Sabtu (2/7).

Sementara itu Tito diyakini akan menjalankan peran menggalang kekuatan politik diluar partai pendukung pemerintah. Pasalnya mantan Kapolda Metro Jaya ini dikenal dekat dengan sejumlah petinggi partai politik di luar dan dalam pemerintah.

“Untuk Komjen Tito Karnavian tentu mem-backup kekuatan politik. Budi Gunawan akan ikuti harmonisasi. Sampai tahun depan pastinya Budi Gunawan masih jadi Wakapolri,” tuturnya.

Diketahui, usulan Presiden Jokowi memilih Tito untuk menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun Juli 2016 ini sudah disetujui oleh Komisi III DPR melalui rapat paripurna beberapa waktu lalu.

Direncanakan, Tito akan dilantik usai hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah nanti. Bahkan, informasi yang beredar di Mabes Polri, mantan Kapolda Metro itu akan dilantik 12 Juli 2016.

()