Lebak, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang, selain mempercepat Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami meyakini tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat dengan adanya jalan tol itu, ” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Yosep Muhammad Holis di Lebak, Rabu (15/9).

Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang memberikan multiplier effect atau effect berganda yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi lokal juga menyerap ribuan tenaga kerja bagi warga setempat.

Selain itu juga menyumbangkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) sekitar 2 persen. Kehadiran Jalan Tol Serang – Panimbang itu dipastikan Kabupaten Lebak lepas dari ketertinggalanya.

Disamping itu juga dapat mengatasi urbanisasi ke luar daerah dan tenaga migran ke luar negeri, karena adanya lapangan pekerjaan tersebut.

Bahkan, Kecamatan Cileles akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru dengan berdiri Kawasan Industri Terpadu ( KIT) seluas 3.000 hektare.

Dimana lokasi KIT, kata dia, nantinya banyak investor menanamkan modalnya untuk pengembangan usaha pengelolaan perikanan, peternakan, perkebunan, pariwisata dan pertambangan.

Pemerintah daerah juga memberikan kemudahan proses percepatan perizinan kepada para investor. Percepatan kemudahan itu, kata dia, bahkan lebih cepat dari negara Vietnam.

“Kami berharap pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang dibangun PT WIS bisa secepatnya rampung, ” katanya menjelaskan.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang sebagai entitas anak WIKA merupakan Badan Usaha Jalan Tol berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol pada 22 Februari 2017 untuk membangun Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi kabupaten/kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang dikerjakan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang terdiri atas tiga seksi yaitu Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung, Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan ruas Rangkasbitung-Cileles, dan Seksi 3 sepanjang 33 km yang menghubungkan Cileles-Panimbang.

Untuk Seksi 1 dan 2 menjadi porsi BUJT WSP dan seksi 3 menjadi porsi pemerintah.

Untuk Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1, saat ini progres konstruksinya mencapai 96,63 persen dan kemungkinan akan segera dioperasikan.

Sedangkan untuk Seksi 2 dan 3 masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres Seksi 2 mencapai 75 persen dan Seksi 3 sebesar 64,21 persen. Seksi 2 dan 3 ditargetkan selesai konstruksi pada Agustus 2023.