Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam berbagai kelompok melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) di Jakarta, Kamis (25/8/2016). Dalam aksinya mendesak pemerintah menindak tegas para oknum TNI yang mengintimidasi dan represif terhadap kerja-kerja jurnalis. AKTUAL/MUNZIR

Jakarta, Aktual.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Ahad (29/9) melakukan aksi jalan mundur. Hal tersebut dilakukan lantaran aparat kepolisian diduga kerap melakukan tindan kekerasan dan teror terhadap jurnalis.

Koordinator Bidang Advokasi AJI Indonesia Sasmito Madrim mengatakan adanya dugaan tindak kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis di berbagai daerah.

“Aksi jalan mundur ini sebagai simbol mundurnya demokrasi di Indonesia. AJI dalam sepekan terakhir kita mencatat ada 14 kasus kekerasan yang menimpa teman-teman jurnalis di berbagai daerah,” katanya di kawasan Bundaran HI, Jalan Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Dikatakan Sasmito bahwa sejumlah jurnalis khususnya didaerah kerap mendapatkan aksi intimidasi dan teror. Salah satunya yang dialami oleh jurnalis di Papua.

“Kemudian teror-teror ke teman-teman jurnalis. Salah satunya di Papua Jayapura itu ada koresponden Jakarta Post yang rumahnya digeledah hanya untuk mencari jurnalis yang lain. Jadi ini kita menilai sebagai bentuk teror,” ungkapnya.

(Abdul Hamid)