Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman, melantik Ahmad Saefudin menjadi Ketua Umum KONI Jawa Barat, periode 2014-2018, yang ditandai dengan penyerahan kujang di GOR Tri Lomba Juang Kota Bandung, Rabu (15/10).

Tono Suratman secara simbolis menyerahkan Pataka KONI Jabar, sedangkan kujang, pisau pusaka khas Jabar, diserahkan oleh tokoh budaya Jabar Rosyad.

“Saya Ahmad Saefudin bersedia memangku jabatan sebagai Ketua KONI Jabar periode 2014-2018 dengan penuh tanggung jawab dan bila melakukan pelanggaran siap diberhentikan dari kepengurusan,” kata Ahmad Saefudin saat membacakan pakta integritas untuk dirinya.

Selain Ahmad Saefudin, juga dilantik susunan pengurus inti antara lain Sekretaris Umum KONI Jabar MQ Iswara.

Acara pelantikan dihadiri oleh ratusan undangan yang terdiri atas pengurus cabang olahraga, budayawan, para pelatih, pembina serta atlet Pelatda PON XIX/2016 Jabar.

Pada kesempatan itu juga diukuhkan Pelatda PON XIX/2016 dan Kontingen PON Remaja I/ 2014 yang akan berlaga di Surabaya, akhir November 2014.

Ahmad Saefudin yang sebelumnya sebagai pelaksana tugas Ketua Umum KONI Jabar menggantikan almarhum Azis Syarif menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan dan program yang telah dirintis dan disusun yakni mempersiapnan atlet untuk meraih target Jabar “kahiji” atau juara umum PON XIX/2016.

“Kami sudah memiliki peta jalan pembinaan atlet yang telah dirintis dan saat ini berjalan. Puncaknya kita bisa meraih Jabar ‘kahiji’,” katanya.

Ia yang sebelumnya Wakil Ketua II KONI Jabar menyatakan akan bersikapp terbuka dan membangun komunikasi serta koordinasi untuk pengembangan dan pembinaan atlet Jabar.

“Saya berterima kasih atas kritik yang ditujukan kepada saya selama ini, itu akan menjadi masukan dan menjadi obat bagi saya untuk termotivasi meningkatkan kinerja KONI Jabar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta jajaran pengurusnya untuk senantiasa mengakomodasi setiap masukan dan terbuka bagi kritik dari manapun untuk kebaikan olahraga Jabar.

“Pengurus KONI Jabar jangan antikritik, justru harus mengakomodasi masukan. Jadikan kritik sebagai obat untuk melecut kita meningkatkan kinerja KONI Jabar meraih Jabar ‘kahiji’,” katanya.

()

()