Jakarta, Aktual.co —Kebiasaan warga membuang sampah ke kali kerap dituding menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta kala air meluap. 
Salah satunya warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur yang selalu langganan didatangi banjir di tiap musim hujan tiba.
Jali (50), salah seorang warga Kampung Pulo, mengaku kalau mereka memang kerap disalahkan karena membuang sampah ke Kali Ciliwung yang mengalir di belakang kampung mereka.
Tapi dia tak mau sepenuhnya disalahkan. Karena Jali mengaku punya alasan mengapa warga Kampung Pulo masih banyak yang ‘doyan’ buang sampah di Kali Ciliwung.
Meski diakuinya pihak Kelurahan memang pernah menempatkan tempat sampah di Kampung Pulo, tapi warga kebingungan karena tidak punya tempat pembuangan sampah sendiri.
“Jadi bingung mau buang sampah kemana. Percuma juga kita difasilitasi tapi bingung buangnya kemana kan,” ujarnya, saat ditemui Aktual.co, Selasa (4/11).
Kata dia, memang ada tempat pembuangan sampah bagi warga Kampung Pulo. Tapi lokasinya ada di dekat Terminal Kampung Melayu. 
“Itu kan jauh menyulitkan warga, makanya warga masih banyak yang membuang sampah di kali Ciliwung,” dalihnya.
Karenanya dia meminta pihak Kelurahan menyediakan tempat pembuangan sampah yang lokasinya dekat pemukiman warga.
Jelang musim penghujan yang sudah semakin dekat, Kampung Pulo Senin (3/11) kemarin sudah didatangi oleh banjir pertamanya. Air setinggi 80 centimeter datang sejak pukul enam pagi dan berangsur surut enam jam kemudian yakni sekitar pukul 12.00Wib.
Namun warga Kampung Pulo kemarin tetap beraktifitas seperti biasa dan tak merasa terganggu dengan banjir setinggi itu. Mereka beranggapan air setinggi itu bukan banjir. “Kalau udah empat meter baru banjir,” ujar salah seorang warga saat diwawancarai Aktual.co.
Bulan April lalu, dikutip dari Beritasatu.com, Dinas Kebersihan DKI Jakarta membeberkan bahwa volume sampah di Kali, Sungai, dan Waduk di Jakarta tiap harinya mencapai 270-300 ton. 
Sampah sebanyak itu menyebabkan pendangkalan sungai dan sangat mempengaruhi kelancaran aliran air.
Dikatakan Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji, Dinas Kebersihan DKI menangani sampah yang ada di 76 waduk, 128 kali dan sekitar 1.250 saluran penghubung. 
Untuk membersihkan sampah dari sungai, Dinas Kebersihan juga memasang 1.200 perangkap sampah (trap) dan terus menambah jumlah sarana pembersih kali seperti kapal kecil, perahu styroform. Dia juga meminta RT, RW, dan komunitas karang taruna, bahu membahu mengatasi masalah sampah ini.

()