Jakarta, Aktual.com – PT Transportasi Jakarta mulai mengoperasikan bus listrik untuk melayani penumpang rute Blok M-Balaikota setiap hari.

Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan Kemitraan TransJakarta, Iwan Samariansyah saat ditemui di dalam bus listrik mengatakan, operasional bus ini sudah dibuka untuk masyarakat umum dan belum dikenakan tarif sama sekali alias gratis.

Kendati demikian, penumpang tetap diwajibkan melakukan “tap in“-tap out” pada “Tap On Bus“(TOB) yang disediakan di dalam bus. Saat ini operasional bus listrik tersebut masih tahap uji coba hingga tiba bulan ke depan.

“Sejauh ini, bus ini bagus dan masih perlu waktu untuk memenuhi syarat minimal. Maksimal 45 orang dalam kondisi normal. Namun sekarang masih sekitar 20 orang,” kata Iwan, Jumat (17/9).

Bus ramah lingkungan ini beroperasi setiap hari, pada pukul 08.00-20.00 WIB dengan rute Blok M-Balaikota. Guna memastikan penerapan protokol kesehatan di dalam bus, setiap penumpang diwajibkan sudah divaksinasi minimal dosis pertama.

Setiap petugas layanan akan mengecek terlebih dahulu kondisi kesehatan penumpang, mulai dari suhu tubuh hingga bukti vaksinasi.

“Kalau suhunya di atas 37 derajat Celcius tidak boleh masuk. Sejauh ini belum banyak masyarakat yang menggunakan. Karena masih kemarin, mungkin belum banyak yang tahu,” kata salah satu petugas layanan bus, Hafiz.

Salah satu penumpang, Boy (54) menyambut baik operasional bus listrik tersebut karena selain membantu mengurangi emisi, juga semakin memberikan layanan terbaik bagi publik. “Saya suka karena busnya bersih dan nyaman,” kata dia.

Dia berharap, ke depannya Pemprov DKI menambah armada bus tersebut agar dapat lebih banyak mengakomodasi masyarakat yang menggunakan transportasi publik dalam kehidupan sehari-hari.

“Sangat bagus, karena masyarakat dibantu kalau kita ke kantor segala macam. Ya harapannya sih diperbanyak armadanya, saya rasa makin lama akan banyak masyarakat yang menggunakannya,” kata dia.

Bus listrik merek Higer ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bus lainnya, yakni tidak menimbulkan polusi, biaya perawatan yang relatif murah hingga baterai yang tahan lama.

Daya baterai yang bisa diisi ulang maksimum tiga jam membuat bus listrik ini mampu melaju hingga sejauh 250 kilometer.

Selain itu, bus ini juga memiliki keunggulan lainnya seperti pintu akses naik-turun pelanggan yang luas sehingga pengguna kursi roda bisa dengan bebas memasuki bus dari pintu depan maupun pintu belakang.

Tak hanya itu, pengguna kursi roda juga mendapat area yang lebih luas di dalam bus dibandingkan area kursi roda di bus pendahulunya. Karena itu moda transportasi ini lebih inklusif dan lebih bersahabat untuk para pelanggan.

(Nusantara Network)