Arsip foto - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Anadolu/py.

Washington, aktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap isi pesan singkat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang memuat tawaran pertemuan tingkat tinggi G7 untuk membahas isu Greenland.

Isi pesan tersebut dipublikasikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin (19/1/2026). Keaslian pesan itu kemudian dikonfirmasi oleh sumber di lingkungan Istana Elysee, sebagaimana dilansir Euronews. Publikasi pesan pribadi antar kepala negara itu segera menyedot perhatian luas karena berkaitan dengan manuver diplomatik sensitif di tengah hubungan yang memanas antara Washington dan Uni Eropa.

Dalam pesan tersebut, Macron menyinggung adanya kesamaan pandangan dengan Trump terkait sejumlah isu global, sembari mengaku heran dengan langkah AS soal Greenland.

“Kita sepenuhnya sejalan mengenai Suriah. Kita bisa melakukan hal-hal besar terkait Iran. Saya tidak memahami apa yang sedang Anda lakukan soal Greenland. Mari kita coba membangun hal-hal besar,” tulis Macron dalam pesan yang diunggah Trump.

Macron kemudian menyampaikan dua opsi kepada Trump. Pertama, menggelar pertemuan G7 di Paris setelah Forum Davos, serta kedua mengundang Trump untuk jamuan makan malam pribadi.

“Pertama, saya bisa mengatur pertemuan G7 setelah Davos di Paris pada Kamis (22/1/2026) sore. Saya bisa mengundang perwakilan Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia di sela-sela pertemuan itu,” tulis Macron.

“Kedua, mari kita makan malam bersama di Paris pada Kamis sebelum Anda kembali ke AS,” lanjutnya.

Macron menutup pesan tersebut dengan menuliskan namanya, Emmanuel.

Isi pesan itu dinilai tidak lazim karena tawaran pertemuan dan jamuan makan malam diajukan bertepatan dengan agenda pertemuan luar biasa para pemimpin Uni Eropa. Situasi ini memunculkan spekulasi diplomatik, mengingat isu Greenland menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara AS dan sejumlah negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir.

Tak hanya itu, kesediaan Macron mengundang delegasi Rusia di sela-sela pertemuan G7 dipandang sebagai langkah signifikan yang berpotensi menggeser pendekatan Eropa selama ini dalam mengisolasi Kremlin di panggung diplomatik.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain