Sejumlah wisatawan berlatih surfing di Pantai Kuta, Bali, Senin (11/11). Setiap harinya di daerah tersebut dikunjungi wisatawan asing yang datang dari berbagai negara seperti Australia, Jerman, Swedia dan Jepang untuk bermain surfing. ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto/ed/ama/13

Denpasar, Aktual.com — Wisatawan mancanegara banyak berliburan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali sekaligus menikmati deburan ombak dengan bermain papan selancar (surfing) terkait Tahun Baru Imlek 2567.

Ongki salah seorang penyedia papan selancar di Pantai Kuta, Jumat (12/02), mengatakan, penyewaan papan surfing sejak masa liburan ini meningkat hingga 100 persen.

“Dari meningkatnya penggunaan jasa papan selancar cukup mempengaruhi pendapatan yang diperolehnya,” ujar Ongki, kepada wartawan.

Untuk penyewaan papan selancar pada masa liburan bisa mencapai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu perjam setiap unitnya, berbeda dengan hari-hari biasa yang hanya Rp150 ribu hingga Rp200 ribu/unit setiap jam.

“Meski harga penyewaan papan selancar berbeda dari hari biasa dibandingkan masa liburan, namun peminatnya tetep ada dan bahkan meningkat jika hari libur,” ujar Ongki.

Ongki mengaku, cukup kewalahan melayani wisatawan jika musim liburan tiba, karena banyaknya peminat yang ingin menikmati deburan ombak bersama papan selancar.

“Jika sudah biasa menggunakan papan surfing, saya biasa hanya memantau saja. Tapi kalau para pelancong tersebut belum bisa menggunakan papan selancar saya biasanya mengajari terlebih dahulu sebelum melepas mereka ke pantai, ” tutur Ongki.

Dimas, seorang wisatawan dalam negeri asal Yogjakarta mengaku, mengisi liburan di Pantai Kuta, selain menikmati pemandangan alam sekitarnya dan deburan ombaknya, juga bermain surfing.

“Saya belum pernah bermain surfing di pantai, untuk kali ini saya ingin mencoba namun harus mengikuti latihan. Awalnya saya takut lama kelamaan mengasikan juga bermain ombak dengan menggunakan papan selancar,” ujar Dimas.

()