Jakarta, Aktual.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono memantau kesiapan jajaran Ditlantas Polda Bali dalam mengantisipasi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas jelang perayaan malam tahun baru 2020.

Kakorlantas langsung mininjau Simpang Buwagan, di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, usai mendengarkan laporan dari Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Wisnu, Jumat (27/12).

Simpang Buwangan menjadi salah satu titik di Denpasar yang sering terjadi kepadatan arus lalu lintas pada setiap harinya.

Menurut Kakorlantas arus lalin di Simpang Buwangan merupakan titik paling padat pada setiap harinya mulai dari pagi hingga pukul 10.00 WIB. Kemudian, dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

“Ini harus dikelola dengan baik oleh jajaran Ditlantas Polda Bali,” kata Istiono dalam tinjauannya.

Kemacetan sering terjadi di Simpang Buwagan Denpasar karena jalan tersebut merupakan akses jalan besar untuk kendaraan yang akan masuk ke Kuta, begitu pula sebaliknya.

“Antisipasi ke depan ini perlu dibangun underpass, yang dari Denpasar menuju Kuta dan sebaliknya dari Kuta menuju Denpasar untuk mengurangi titik gangguan Kamseltibcar Lantas di sini,” kata Kakorlantas lagi.

Ia menjelaskan, dengan adanya underpass diprediksi akan mengurangi kemacetan di Simpang Buwangan sekitar 40 persen.

Kakorlantas Polri menilai persimpangan Buwagan unik karena posisi dan jarak koordinat tidak simetris. Ia pun optimis jajarannya mampu mengatasi apabila terjadi kemacetan.

“Nah ini perlu ada langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi gangguan di sini,” ujar Kakorlantas Polri.

Jelang perayaan malam tahun baru 2020, Kakorlantas mengatakan hingga hari ini jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Bali terus bertambah.

Menurutnya wisatawan lokal yang masuk melewati penyeberangan Gilimanuk sudah mencapai 17 ribu kendaraan pada hari kemarin.

Jumat (27/12) siang, angka tersebut bertambah menjadi 18 ribu kendaraan. “Ini akan terus bertambah diprediksi sampai dengan 30 Desember 2019 mencapai 35 ribu kendaraan,” tandasnya.

(Zaenal Arifin)