Presiden Turki Tayyip Erdogan

Ankara, Aktual.com – Turki memperkeras kata-katanya terhadap Amerika Serikat sebelum kunjungan penting Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Ankara, yang bertujuan memulihkan hubungan bilateral antara sekutu NATO tersebut.

Hubungan kedua negara sekutu NATO itu memburuk sehubungan dengan kepentingan mereka yang saling berbenturan di Suriah.

“Sangat jelas bahwa mereka yang mengatakan ‘kami akan menanggapi secara agresif jika kamu menyerang kami’ tak pernah mengalami pukulan Ottoman (Usmaniyah),” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa, saat ia memberi sambutan di hadapan anggota parlemen Turki.

“Kami mengumumkan bahwa kami akan menghancurkan setiap pelaku teror yang kami lihat mulai dari pelaku teror yang berdiri di pihak mereka. Lalu mereka akan mengerti bahwa lebih baik buat mereka untuk tidak berdiri bersama pelaku teror, yang mereka ayomi,” kata Presiden Turki itu, Rabu (14/2).

Ia merujuk kepada dukungan AS buat petempur Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah.

Pada Januari, Turki melancarkan operasi di Provinsi Afrin di Suriah Utara dengan nama “Operasi Cabang Zaitun” untuk membersihkan petempur YPG dari perbatasan selatannya.

(Andy AbdulHamid)