Jakarta, Aktual.com — Penurunan tarif angkutan umum akan menyulitkan sopir dalam menyiapkan uang kembalian, kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi Hotman Pane.

“Sopir harus selalu siapkan uang receh Rp50 dan Rp100 untuk kembalian penumpang, padahal saat ini kadang pecahan Rp500 saja susah didapatkan,” katanya di Bekasi, Selasa (5/4).

Menurut dia, keterbatasan uang receh tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik sosial antara sopir dan penumpang.

“Kalau kembaliannya tidak pas, bisa saja menimbulkan pertikaian antara penumpang dan pengemudi angkutan,” katanya.

Dikatakan Pane, penurunan harga BBM sebesar Rp500 per liter mulai 1 April 2016 dirasa tidak signifikan menurunkan tarif angkutan umum.

“Kalau turunnya bisa sampai Rp2.000 per liter, itu bensin ngitungnya gampang. Sekarang turun Rp500 kalau tiga persen hanya Rp90,” katanya.

Hotman berharap pemerintah dapat memahami kesulitan pengusaha angkutan umum saat ini.

“Kami minta agar di Kota Bekasi tidak ada penurunan tarif angkutan umum,” katanya.

Dikatakan Hotman, dari total 3.200 armada dengan 37 trayek se-Kota Bekasi, rata rata untuk satu penumpang hanya dikenakan tarif Rp5.000 hinga Rp10.000 per penumpang.

(Eka)