Pendiri Trabas dan CDB Hans Modja bersama dengan panitia acara TLJ ketika memasuki jalur (Foto dokumentasi Iksan Sabili)
Pendiri Trabas dan CDB Hans Modja bersama dengan panitia acara TLJ ketika memasuki jalur (Foto dokumentasi Iksan Sabili)

Cirebon, Aktual.com – Setiap tahunnya, offroader Kota Cirebon dan sekitarnya selalu menanti-nanti kegiatan ulin bareng (Ubar) Taklukan Lumpur Januari (TLJ), yang digagas oleh Cirebon Dirt Bike (CDB).

Kegiatan TLJ garapan CDB ini merupakan wadah pecinta lumpur untuk menjelajah lumpur yang berada di kawasan Cirebon Selatan. Nah, ngtrail kali ini merupakan tahun ke-6 yang diselenggarakan CDB setiap tahunya.

“TLJ pertama dibuat pada Januari tahun 2014. (Itu) berawal dari ide,” kata Hans Modja yang merupakan pendiri Trabas dan CDB ini kepada wartawan ketika dihubungi lewat saluran telepon, Senin (25/1/2021).

TLJ, bagi Hans, merupakan sebuah tema penyesuaian bermain adventure offroad di bulan Januari yang penuh hujan dan berlumpur. Sehingga bulan Januari merupakan tema yang tepat untuk kegiatan offroad tahunan.

“Januari adalah cuaca yang selalu tepat untuk satu permulaan tahun, walau bulan Desember bisa juga dikatakan dengan bulan dengan cuaca yang sama. Sisi lain dari Januari adalah stimulasi penyemangat permulaan tahun dan bangkit untuk yang lebih baik dari segala hal,” kata pria yang biasa dipanggil Babeh ini.

Karena itu, TLJ digagas CDB pada 2014 ini sebagai agenda tahunan, untuk menaungi populasi offroader yang tercecer dengan berkembangnya beberapa team-team kecil di Kota Cirebon dan sekitarnya.

“Akhir kita kemas dengan sebuah Grup Cirebon Dirt Bike sebagai naungan paguyuban semua team-team kecil untuk bersatu, saling kenal bekerja sama membentuk jiwa korsa, satu sama lain,” ujar Hans.

Itu bisa dilihat, kata Hans, dari antusiasme pecinta motor tril yang ada di beberapa wilayah Kota Cirebon. Setiap tahunya, peserta pada kegiatan TLJ ini selalu bertambah, yang semulanya hanya 20-30 offroader saja.

“TLJ dari tahun ke tahun antusiasnya makin meningkat. Terbukti dari peserta yang selalu bertambah, dan menjadikan sebuah kegiatan yang selalu di tunggu-tunggu, (temu kangen seluruh komunitas trail Cirebon bersatu),” bebernya.

Dengan adanya TLJ ini, kata Hans tali silaturahmi antar sesama pencinta motor tril tetap terus terjaga. Termasuk juga sebagai naungan belajar bersama, teknik mengemas event.

“Peserta TLJ sangat terbuka. Kita sangat bangga jika ada peserta dari luar Kota Cirebon. Artinya walau ini event internal, tapi gaung TLJ membuat penasaran publik offroader luar Kota Cirebon,” jelas Hans.

Hans berharap, ke depannya TLJ terus bergulir setiap tahunnya dengan regenerasi dan solidaritas semua komunitas pecinta motor tril yang ada di bawah naungan Grup Cirebon Dirt Bike.

Apalagi, kata Hans, kegiatan dengan tema TLJ ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Itu dilakukan dari tahun 2015.

“Dan sampai hari ini pun TLJ bukan event komersial/provit. Semua peserta gratis. Merchandise seperti kaos, stiker pun gak dipalsakan beli. Tapi animo (peserta) ingin memiliki untuk kenang-kenangan selalu pesat (banyak pembeli),” kata Hans

Hasil dari penjualan merchendise itu, lanjut Hans, dimanfaatkan untuk semua kepentingan bersama, seperti perijinan, pembuatan jalur, property.

Diketahui, CDB kembali menggelar Ubar TLJ 6 di masa pademi virus corona atau Covid-19. Meski adanya pademi, Ubar TLJ 6 ini tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah setempat.

“Dengan kondisi pademi ini, kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Kita juga tidak mempromosikan Iklan-iklan poster yang tidak begitu mengundang pihak luar,” ungkap Hans.

Termasuk, kata Hans, pihaknya tidak memposting materi kegiatan ke medsos lain selain grup Whatsapp demi membatasi peserta dari luar daerah. Begitu pula ketika kegiatan berlangsung, tidak ada ceremonial.

“Semua dibatasi dan tanpa protokoler ceremonial. Peserta langsung pada point Jalur yang sudah disiapkan oleh team jalur dari CDB,” pungkas Hans.

(Wisnu)