Ekonom senior Rizal Ramli menghadiri undangan Kelompok Tani yang tergabung dalam ‘Sahabat Tani’ pada acara panen raya di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (13/2). AKTUAL/WARNOTO
Ekonom senior Rizal Ramli menghadiri undangan Kelompok Tani yang tergabung dalam ‘Sahabat Tani’ pada acara panen raya di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (13/2). AKTUAL/WARNOTO

Surabaya, Aktual.com — Kasus penganiayaan terhadap ulama dan perusakan tempat ibadah yang terjadi di beberapa tempat, dinilai ada upaya adu domba antar umat beragama.

“Ini jaraknya hampir berdekatan, dan proses kejadiannya  juga sangat sistematis. Saya menduga ada orang brengsek yang mengadu domba umat,” kata tokoh nasional, Rizal Ramli, saat di Surabaya, Sabtu (17/2) malam.

Sayangnya, lanjut Rizal, pemerintah justru seakan cuek. Bahkan menyebut para pelaku adalah orang gila. “Saya sampai tanya ke psikolog. Orang gila itu memori berapa menit? Katanya  hanya 1 menit. Nah, kalau membunuh kiai di Jawa Barat, atau merusak gereja, itu proses kan  sampai  10 menit. Orang gila berarti kan nggak bisa,” ujar Rizal Ramli.

Atas dugaan itulah, Rizal Ramli melakukan kunjungan ke beberapa tempat pemuka agama termasuk ke gereja, kelenteng dan pondok pasantren, meyakinkan mereka agar yakin adanya upaya adu domba.

“Saya besarkan hati mereka. Kenapa, terkait kasus kasus itu, di daerah-daerah twenyat sudah panas situasinya,” ujarnya.

Menurut Rizal, kasus kasus tersebut serupa dengan kejadian belasan tahun silam. Dimana, lanjut Rizal, banyak kiai kiai yang  dibunuh oleh ninja selama sebulan secara  berurutan.