Malang, Aktual.com — Universitas Brawijaya Malang meraih juara II dalam kompetisi rancang pabrik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Riau pada 7-9 April 2016.

Universitas Brawijaya yang diwakili Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik itu mengirimkan tiga mahasiswanya, yakni Hafizh Tandiyanto P, Dwi Lerian Friatnasary, dan Rhezaldian Eka Darmawan.

“Dalam kompetisi ini kami merancang pabrik untuk produksi bahan baku plastik,” kata ketua tim Hafizh yang dihubungi dari Malang, Jawa Timur, Minggu (10/4).

Pada kompetisi yang mengambil tema Plant Design on Oleo and Petrochemical ini, tim dari UB mempresentasikan karya berjudul “Produksi Homopolimer Polipropilen Kapasitas 300.000 ton/tahun dari Propilen Menggunakan Proses Polimerisasi Fasegas (Unipol).

Lebih lanjut, Hafizh mengatakan perancangan ini dilatarbelakangi kebutuhan komoditas plastik yang sangat tinggi di dalam negeri. Hampir semua kemasan barang yang dikonsumsi sehari-hari terbuat dari plastik.

Menurut Hafizh, keunggulan karya ini adalah jenis produk yang diproduksi banyak digunakan dalam industri plastik. Selain itu, proses produksi juga dirancang dengan lebih mudah dan sederhana. “Selama ini bijih plastik kebanyakan kita masih impor, jadi kami memanfaatkan peluang tersebut,” ujarnya.

Dengan kata lain, lanjutnya, pabrik bijih plastik di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga peluang untuk berinvestasi di sektor industri bijih plastik masih sangat besar. Rancangan ini bisa diterapkan untuk skala industri besar, namun tergantung investor yang ingin mendanai.

Anggota tim lainnya, Rhezaldian mengaku cukup bangga atas prestasi yang telah diraih. Terlebih, mereka dapat mengalahkan dan berkompetisi dengan mahasiswa jurusan teknik kimia dari universitas ternama lainnya.

Ia mengatakan mengatakan mahasiswa PSTK UB sudah terbiasa dengan kegiatan perancangan pabrik. Hal ini tak lepas dari mahasiswa teknik kimia yang dituntut memiliki kompetensi di bidang perancangan pabrik. “Karena di kuliah kita juga ada tugas perancangan pabrik,” urainya.

Dalam babak presentasi akhir yang tediri dari 11 finalis itu, tim dari UB harus berkompetisi dengan tim dari universitas terkemuka lain di Indonesia. Ke-11 universitas itu di antaranya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan tuan rumah Universitas Riau.

Adapun dalam kompetisi yang menjadi rangkaian acara Pekan Teknik Kimia HIMATEKI UR 2016 ini peringkat pertama dan ketiga dimenangkan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada.

(Arbie Marwan)