Jakarta, Aktual.com – Salah satu perusahaan penerbit voucher game online, UnPin bakal menggelar kompetisi electronic sports (eSports) di Indonesia. Kompetisi ini juga sebagai sarana untuk menjadi atlet eSports profesional Tanah Air.

Sepertinya, agenda kompetisi ini bakal diserbu pegiat eSoprts pasalnya total hadiah yang diperebutkan lumayan besar, mencapai Rp2,4 miliar. Turnamen ini dibalut dalam South East Asia Cyber Arena (SEACA) 2019.

“Melihat jumlah penggemar eSports yang semakin besar di Indonesia, UniPin sebagai perusahaan voucher game online terdepan di Asia Tenggara bertekad untuk mendukung minat dan hobi generasi muda indonesia di bidang eSports,” kata CEO & Co Founder UniPin, Ashadi Ang, di Jakarta, Selasa (23/7).

Menurutnya, UniPin yang sudah berekspansi ke Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar dan Kamboja menggelar SEACA 2019 sebagai wujud nyata untuk mendorong perkembangan eSports di Indonesia.

“Harapannya mereka dapat mencapai potensi tertinggi dalam berkompetisi, sehingga dapat mengharumkan nama tim dan Indonesia,” katanya.

Turnamen ini akan digelar di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta pada 8 hingga 10 November 2019 ini. Nantinya, SEACA 2019 ini akan mempertemukan ratusan tim eSports nasional maupun internasional.

Mereka akan saling bertempur di 3 game yang sedang populer saat ini yakni, Dota 2, Free Fire dan PUBG MOBILE. Selain itu, juga terdapat ekshibisi game Tekken 7 yang dapat dinikmati oleh para pengunjung SEACA 2019.

“Sebagai bukti nyata dalam mendukung perkembangan eSports Tanah Air ini, UniPin telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp2,4 miliar untuk para pemenang,” tandasnya.

Selain itu, UnPin juga akan menggelar turnamen UIC (UniPin Indomaret Championship) dan UCL (UniPin City League) yang merupakan rangkaian acara dari Road to SEACA 2019 itu. Dua-duanya mempertandingkan game Free Fire.

Menurut riset dari Newzoo, pada bulan Januari tahun 2019, sebanyak 82 juta populasi pengguna internet di Indonesia telah membelanjakan uangnya hingga total sebesar US$1,084 juta untuk bermain game dan menempatkan Indonesia di posisi 17 dari sisi pendapatan.

Dari berbagai negara di Asia Tenggara yang mendapatkan pendapatan dari bermain game, Indonesia menduduki peringkat pertama yang disusul oleh negara sahabat yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan kemudian Myanmar.

Di sisi lain, Asia Tenggara menjadi wilayah dengan peningkatan jumlah penonton eSports paling cepat, dengan perkiraan penonton sebesar 31,9 juta di tahun 2019 ini.

(Zaenal Arifin)