Wamena, Aktual.com – Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, membantu pemerintah daerah mengembangkan potensi budaya dan kreatifitas masyarakat asli melalui mahasiswa.

Rektor Unaim Yapis Wamena Rudi Hartono, di Wamena, Minggu (21/8), mengatakan salah upaya yang dilakukan yakni mengikutsertakan mahasiswa Unaim yang merupakan putra-putri daerah pada kegiatan seni dan budaya dalam merajuk kebhinnekaan yang digelar di Markas TNI AD di Jakarta pada 17 Agustus lalu.

“Adik-adik ini baru kembali pada Sabtu (20/8). Tentunya ini adalah suatu prestasi bagi anak-anak kita yang perlu digali, potensi-potensi yang ada di sini sehingga menjadi sesuatu yang berarti bagi anak-anak kita yang memang memiliki talenta dalam seni dan budaya yang bisa menjadi aset bagi suatu daerah. Ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menggali potensi-potensi yang ada,” katanya.

Ia mengatakan, dari pertunjukan tarian, budaya, dan lagu yang ditampilkan mahasiswa Unaim di Jakarta menunjukkan Jayawijaya memiliki satu keunggulan positif yang perlu dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Apa yang dilakukan mahasiswa kami mendapatkan apresiasi dari para artis yang ada di Jakarta dan kurang lebih 176 perguruan tinggi yang hadir, dan Wamena mendapatkan perhatian khusus,” katanya.

Menurut dia, Unaim Yapis Wamena tidak memiliki jurusan seni namun para mahasiswa itu secara mandiri mengembangkan talenta yang dimiliki dalam mengelola tari dan budaya menjadi daya tarik bagi masyarakat luar.

“Kami berharap ada satu pendidikan formal yang memang bergerak dalam seni dan budaya seperti di Bandung. Kalau di Wamena mungkin secara bertahap, perlahan tapi ini saya kira ide dan gagasan yang barus untuk menambah kompetensi adik-adik kita secara tersistem,” katanya.

Ia mengatakan, manajemen Unaim bangga sebab anak-anak Papua bisa tampil dan bersaing dengan ratusan perguruan tinggi di Tanah Air.

“Ini adalah satu prestasi yang sangat gemilang dari anak-anak kita dengan pengetahuan yang memang dari hati melakukan ini tanpa kursus dan pendidikan formal, namun bisa memperlihatkan hasil yang optimal dibanding perguruan tinggi di Indonesia yang adalah universitas seni dan punya jurusan seni,” katanya.(Antara)

(Warto'i)