UPN Veteran Jakarta

Banten, Aktual.com – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran) meghelat seminar literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Al-Jadid. Kegiatan yang telah dilakukan pada 26 Agustus 2021 menyasar kalangan santri sebagai sasarannya.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara daring ini dilakukan Pondok Pesantren Al-Jadid, Kabupaten Serang, Banten. UPN Veteran merasa perlu menyelenggarakan acara ini karena Indonesia merupakan negara dengan karakteristik demografi yang menarik. Selain memiliki penduduk muslim dengan persentase terbesar di antara agama lainnya oleh sebab itu kegiatan dilakukan di pondok pesantren.

Belum lagi minimnya literasi keuangan khususnya keuangan syariah ini tentu membuat generasi milenial merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian milenial juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai skala prioritas. Untuk memperbaiki sikap keuangan remaja maka diperlukan strategi dan program kongkrit untuk meningkatkan literasi keuangan khususnya syariah karena dapat membentuk sikap anak menjadi tangguh dan siap untuk hidup di masyarakat luas.

Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya melakukan audiensi kepada Kepala Pondok Pesantren Al-Jadid, kemudian dilakukan pre-test, melakukan sosialisasi dalam bentuk seminar dan diakhiri dengan memberikan post-test.

Kegiatan pre-test dilakukan kepada santri hasilnya nilai rata-rata tes pendahuluan peserta adalah 55.71. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan literasi para peserta masih terbilang cukup rendah. Data ini menunjukkan perlunya kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada para peserta untuk meningkatkan pemahaman dan tingkat literasi terkait ekonomi dan keuangan syariah.

Setelah dilakukan pre-test maka proses selanjutnya dilakukan sosisalisasi dalam bentuk seminar. UPN Veteran Jakarta mendatangkan tiga narasumber yaitu Ade Nur Rohim, SHI., MEI, Prima Dwi Priyatno., BA., ME, dan Lili Puspita Sari., SEI., ME.

Kegiatan Webinar Literasi Keuangan Syariah UPN Veteran diselenggarakan pada 26 Agustus 2021

Prima Dwi Priyatno menyampaikan kegiatan peningkatan kapasitas dan pemahaman para santri dilakukan dengan menyampaikan materi terkait prinsip dasar keuangan syariah. Hal yang paling pokok adalah menunjukkan beberapa prinsip dasar keuangan syariah yang mencakup keadilan, keseimbangan, maslahat, instrumen zakat, dan bebas dari maysir, gharar, dan riba. Prinsip-prinsip dasar ini penting untuk diketahui oleh para santri sebagai pelaku ekonomi.

Dalam pemaparan yang dilakukan Lili Puspita Sari menyampaikan bahwa dalam pengembangan keuangan syariah nasional, Pemerintah telah menggandeng berbagai pihak. Berbagai pihak tersebut mencakup institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi massa Islam dan keummatan, hingga lembaga keuangan. Selain itu, upaya pengembangan tersebut juga melibatkan pihak-pihak dari unsur praktisi filantropi Islam, seperti lembaga zakat dan pengelola wakaf.

Lembaga keuangan syariah juga dikenalkan kepada para santri. Lembaga Keuangan Syariah yang mencakup lembaga perbankan syariah, dan juga lembaga keuangan syariah non-bank, dengan mengacu kepada dwi fungsi perbankan syariah. Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undang-Undangan tentang Perbankan Syariah, bank syariah menjalankan fungsi komersial dan juga fungsi sosial. Hal ini menjadi kunci utama yang membedakan antara lemabaga keuangan bank syariah dan konvensional.

Ade Nur Rohim dalam sesi seminarnya menekankan Secara tanggung jawab pribadi, para santri memainkan peran penting dalam mengelolaa keuangannnya agar sesuai dengan prinsip syariah.

Beberapa landasan tersebut antara lain aktivitas pembelanjaan harta yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak bersifat boros dalam belanja. Selain itu, aspek halal dan haram juga dikedepankan dalam memilih barang dan makanan yang akan dikonsumsi.

Pola konsumsi Islami yang diimplementasikan akan mengembangkan produksi barang dan makanan halal, yang secara selaras juga turut mengembangkan industri perbankan syariah dalam peningkatan pembiayaan maupun permodalan di sektor produksi halal.

Sesi kegiatan pengabdian ini ditutup dengan sesi post-test. Sesi tes penutup ini dilakukan untuk mengukur ketercapaian target peningkatan pemahaman para santri terkait materi yang disampaikan. Hasilnyapemahaman para santri terkait materi paparan ekonomi dan keuangan syariah telah mengalami peningkatan.

Dari capaian nilai yang diperoleh peserta, terdapat peserta yang mendapatkan nilai 100 (sempurna). Hal ini menjadi indikator adanya peningkatan, dimana pada sesi tes pendahuluan, belum ada peserta yang mencapai nilai tersebut. Secara rata-rata, capaian nilai peserta juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 78,67. Data ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam pemahaman para santri terkait materi ekonomi dan keuangan syariah.

Kegiatan ini disambut positif oleh Akbar (wali Santri) berharapa dengan adanya acara ini dapat menambah wawasan para santri tentang keuangan syariah.

“Kami berterima kasih atas kesediaan kerjasama dalam melakukan literasi tentang ekonomi dan Keuangan syariah pada santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Al-Jadid,” ungkap Akbar.

(Nurman Abdul Rahman)