Jakarta, Aktual.com – Dua minggu hari berlalu sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menterinya yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan
Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengatasi persoalan mahalnya harga tiket pesawat. Tingginya harga tiket pesawat dikhawatirkan mengerek inflasi lebih tinggi.

Hal itu diungkapkannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 pada Kamis (18/8) lalu. Saat itu Jokowi mengaku, telah mendapatkan laporan terkait persoalan mahalnya harga tiket pesawat, sehingga ia meminta Budi Karya dan Erick Thohir untuk bisa menurunkan harga tiket pesawat.

Karena itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan harga tiket pesawat turun menjadi angin segar bagi industri pariwisata. Penurunan harga tiket pesawat sendiri mencapai hingga 15 persen.

Ia mengapresiasi kebijakan penurunan harga tiket pesawat yang akan dilakukan dalam waktu singkat. Tentunya yang akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.

“Berkat kerja sama semua pihak, harga tiket pesawat turun 15 persen. Kita harus hargai upaya dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, juga para pemangku kepentingan terkait,” katanya, Selasa (30/8).

Menurutnya, maskapai penerbangan dengan cepat menambah armada mulai dari Garuda Indonesia, Citilink, hingga Lion Group. Tidak ketinggalan mereka juga menambah jumlah pesawat.

Selain itu, beberapa maskapai dari luar negeri juga ikut mendukung, sehingga harga tiket ldiharapkan lebih terjangkau. Terutama saat memasuki masa-masa puncak liburan di akhir tahun.

“Kami akan mendorong agar ada penambahan rute-rute penerbangan baru,” kata Sandiaga. Ia meyakini, kenaikan harga tiket pesawat yang lama berpotensi untuk menurunkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

(Warto'i)