Jakarta, aktual.com – Pengamat Ekonomi Aviliani menilai, wajar bila Bakrie Group melakukan penjualan aset, karena itu merupakan cara supaya perusahaan dapat memenuhi kewajiban utangnya. Sehingga Bakrie Group harus fokus pada bisnis intinya.

“Itu kan ada masalah dengan perusahaan lain, karena pakai cara restrukturisasi juga bisa. Semua peluang mereka lihat,” ungkapnya ketika dihubungi, Jumat (14/5/2021).

Soal utang, Grup Bakrie punya rekam jejak panjang, misal akibat utang menggunung PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjual satu per satu aset bisnisnya. Upaya ini dilakukan demi menutupi utang jangka pendek yang sudah menggunung.

Paling anyar, salah satu anak usaha yakni PT Bakrie Darma Indonesia (BDI) sejak 31 Desember 2019 memiliki utang sebesar Rp 100 miliar ke PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), yang tak lain pengelola gerai KFC. BDI baru membayar Rp25 miliar. Sisanya belum dilunasi.

Untuk itu, kata Aviliani, perusahaan keluarga Bakrie harus memulai konsolidasinya. Dia menilai, agar kejadian 1998 tak terulang, di mana perusahaan banyak yang ekspansi ke mana-mana.

“Nah saat ini mereka (Bakrie) harus kembali core business-nya supaya kepercayaan investor meningkat lagi,” papar dia.

(Zaenal Arifin)