Jakarta, Aktual.com – Pebalap tim Red Bull Max Verstappen mengaku menjadi ‘sasaran empuk’ Lewis Hamilton karena bertahan dengan satu strategi pitstop dalam Grand Prix Spanyol yang akhirnya dimenangi sang pebalap Mercedes pada Ahad (9/5).

Hamilton menggunakan dua strategi pitstop untuk mengklaim kemenangan kelimanya secara beruntun di Catalunya.

Meskipun memimpin hampir sepanjang lomba setelah menyalip Hamilton di tikungan pertama lap pembuka, Verstappen, yang menjalani penampilan ke-100 untuk tim Red Bull di sirkuit di mana dia memulai dan memenangi balapan pertamanya untuk tim pada 2016, tak bisa mencegah mobil Mercedes bernomor 44 menjadi pemenang hari itu.

Ketika Red Bull bertahan dengan satu strategi pitstop untuk Verstappen, Hamilton masuk ke pit untuk kedua kalinya pada lap 41 dari 66, sebelum memangkas gap 22 detik dari Verstappen dan menyalip sang pebalap Belanda enam putaran jelang finis.

Verstappen kemudian masuk pit untuk ban soft demi mengambil bonus satu poin untuk lap tercepat.

“Terlalu lamban, itu kesimpulannya,” kata Verstappen seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Tidak ada hal lain lagi yang harus dibahas. Saya mencoba semuanya untuk menjaganya sebisa mungkin, menjaga ban dan semuanya, tapi itu tidak cukup ketika di belakang kalian, mereka menekan dan jelas lebih cepat.

Verstappen sudah menduga Hamilton lebih cepat bahkan sejak stint pertama ketika sang rival lebih cepat dengan ban soft.

“Kemudian kami memakai medium, dia jelas jauh lebih cepat, dia bisa bertahan dalam jarak satu detik.

“Kemudian mereka melakukan pitstop lagi dan saya tahu semuanya selesai. Saya sudah kewalahan dengan ban. Anda bisa melihat setiap lap dia semakin dekat dan dekat, jadi saya seperti sasaran empuk.”

Meskipun Red Bull memilih untuk meniru strategi Mercedes, Verstappen mengakui hal itu tidak akan cukup untuk mencegah laju Hamilton.

“Karena dengan ban medium, saya rasa saya lebih lamban. Melihat Lewis menempel ketat di trek seperti ini setiap saat, dalam jarak satu detik dan terkadang mendapat DRS, saya rasa itu menunjukkan bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan di luar sana untuk membuat perubahan.

Kemenangan ketiga Hamilton musim ini membawanya unggul 14 poin atas Verstappen di puncak klasemen pebalap.

Sedangkan Red Bull menikmati ke-unggulan margin 29 poin atas Red Bull di klasemen konstruktor menuju balapan kelima di Monako pada 23 Mei nanti. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)