Jakarta, aktual.com – Buntut dari kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam pesawat baru Garuda Indonesia, menyebabkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang lebih dikenal Ari Askhara dipecat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“Dengan ini saya akan memberhentikan direktur utama Garuda,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12) lalu.

Kendati demikian, pelepasan jabatan Ari Askhara terlebih dahulu harus menunggu proses RUPS, karena Garuda merupakan salah satu perusahan terbuka.

Namun pada bagian lain, Sebelum Erick Tohir menegaskan pemecatan, Ari Askhara terlebih dahulu melawan dan menolak mengundurkan diri dari jabatan Dirut BUMN tersebut.

Tampak jelas pada vidio berdurasi 45 detik di akun twitter @kurawa, Ari menegaskan bahwa dirinya tak akan mundur.

“Saya mendapatkan gosip katanya saya mengundurkan diri tanggal 15 Desember, saya nyatakan di sini kalau saya nggak akan mundur,” ujar Ari Askhara dalam rekaman video tersebut.

Kendati begitu, dalam vidio itu Ari juga menyampaikan bahwa dirinya siap dikritik atas berbagai kekurangannya dalam memimpin BUMN Garuda.

“Kita lebih banyak bertanggung jawab, kritik saya sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

(Zaenal Arifin)