Kapuas Hulu, Aktual.com – Wakil Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Wahyudi Hidayat, memikul beras sendiri bersama Pasukan Amal Sholeh (Paskas) untuk menyalurkan bantuan beras untuk anak yatim piatu dan sejumlah pondok pesantren di wilayah itu.

“Kegiatan seperti ini sangat positif bentuk kepedulian terhadap sesama, mudah-mudahan bantuan itu bermanfaat bagi yang berhak menerima dan mendatangkan amal bagi kita semua,” katanya sambil memikul beras bantuan, di Putussibau Kapuas Hulu, Ahad (15/1).

Ia menyatakan bentuk kepedulian yang mendatangkan nilai ibadah itu perlu menjadi teladan bagi masyarakat, untuk meningkatkan kepedulian dan saling membantu dalam setiap kesulitan di tengah masyarakat.

Wabup mengajak masyarakat untuk bersedekah atau berinfak yang nantinya akan disalurkan kepada yang berhak dan membutuhkan bantuan.

“Kita bersedekah seikhlasnya, bisa Rp1.000 atau Rp25 ribu dan lebih baik lagi jika lebih, kita sudah meringankan beban yang memerlukan bantuan dan kita pun didoakan oleh anak yatim dan anak santri serta penghafal Al Wuran,” kata Wahyudi Hidayat.

Sementara itu, Komandan Paskas Kapuas Hulu, Kamal mengatakan bantuan beras sebanyak 1,6 ton yang disalurkan tersebut merupakan beras sumbangan atau donasi sejumlah orang tua asuh dan warga Kapuas Hulu.

Dia menjelaskan dalam penyaluran bantuan beras itu dilaksanakan di tiga titik yaitu di SMPIT Insan Mandiri Putussibau di Teluk Barak Kedamin Hilir, Yayasan Anak Yatim Piatu Baitul Maqdis Kedamin Hulu dan Pesantren Al Fatah Kedamin Hulu.

“Kami juga akan menyalurkan bantuan ke beberapa pesantren lainnya seperti Al Jihad Hulu Gurung, Ulil Albab Boyan Tanjung Riam Mengelai, Al Barru Teluk Sindur dan beberapa anak yatim dan penghafal Al-Quran lainnya,” katanya.

Dia mengakui ada beberapa kesulitan saat kesulitan dalam pendistribusian beras, selama ini pakai motor, tapi terkadang orang baik yang meminjamkan mobilnya.

Paskas adalah sekelompok orang yang berjamaah dengan memiliki niat baik untuk sama-sama bahu membahu beramal saleh yaitu dengan menjadi jembatan amal saleh para orang baik dalam mengantarkan amanah terbaik untuk orang baik.

Ia menjelaskan bahwa Paskas memiliki ciri khas, yaitu selalu menggunakan pakaian serba hitam menandakan bahwa kita semua makhluk pendosa pernah berbuat salah namun siap bertaubat dan memperbaiki diri.

“Siapapun boleh menjadi Paskas dari berbagai macam latar belakang apapun baik tua, muda, yang berlatar belakang profesional, pengusaha, dosen, mahasiswa, buruh, pelajar atau bahkan yang belum memiliki pekerjaan semua bisa menjadi Paskas, kita laksanakan kegiatan untuk beramal membantu bagi yang memerlukan,” katanya.

(Antara)

(A. Hilmi)