Jakarta, Aktual.comPresiden Joko Widodo resmi melantik Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Pelantikan Laksamana Yudo Margono membuat kursi nomor satu di TNI Angkatan Laut menjadi kosong.

Lalu, siapa pengganti Laksamana Yudo Margono yang akan menduduki kursi Kepala Staf Angkatan Laut atau Kasal.

Presiden Jokowi hingga kini belum memberikan keterangan resmi kepada publik terkait posisi Kasal pengganti Yudo.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai, ada tiga jenderal bintang tiga yang dalam pandangannya memenuhi persyaratan yakni Pangkogabwilhan Laksdya Muhammad Ali, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, dan Rektor Unhan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) RI Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian.

“Sebagai perwira tinggi AL bintang tiga, mereka berpotensi menjadi KSAL pengganti Laksaman Yudo Margono,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (20/12).

Sementara, Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi berpendapat calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pengganti Laksamana TNI Yudo Margono yang baru saja dilantik sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) lazimnya dari Korps Pelaut.

“Idealnya, pernah menjabat komandan kapal yang merupakan satuan pemukul. Misalnya, fregat, korvet, kapal selam maupun Kapal Cepat Rudal (KCR) dan pernah memimpin komando armada,” kata Fahmi di Jakarta, Selasa (20/12).

Hal itu, lanjut dia, Kasal adalah pembina kekuatan dan kemampuan TNI AL dalam menyelenggarakan operasi laut, baik yang bersIfat operasi tempur maupun operasi keamanan.

Dengan demikian seorang Kasal harus memahami dan memiliki pengalaman yang memadai untuk menyiapkan dan mengintegrasikan operasi laut yang terdiri dari operasi permukaan, bawah permukaan, operasi udara dan operasi pendaratan.

“Kriteria ini dimiliki oleh perwira korps pelaut, terutama yang pernah menjabat komandan kapal satuan pemukul dan panglima komando armada,” tutur Fahmi.

Jika kriterianya dikombinasikan menjadi pernah memimpin kapal satuan pemukul, pernah memimpin armada dan masa aktifnya mendekati satu tahun hingga lebih dari dua tahun, maka hanya akan ada tiga nama yang sesuai.

“Yaitu: Wakasal Ahmadi Heri Purwono, Pangkogabwilhan M. Ali serta Pangkoarmada Herru Kusmanto,” ucap Fahmi.

(Wisnu)