Beranda Nasional Wakil Ketua DPD Minta BRIN Ikut Aktif Berikan Referensi Capres Untuk Pemilu...

Wakil Ketua DPD Minta BRIN Ikut Aktif Berikan Referensi Capres Untuk Pemilu 2024

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B Najamudin menjelaskan relasi Islam dengan demokrasi Indonesia ketika memenuhi undangan otoritas salah satu Kampus terbaik di Inggris Loughborough University. (ANTARA/HO-DPD RI)

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut berperan aktif dalam memberikan referensi figur calon presiden kepada partai politik menjelang pemilihan umum 2024. Dirinya berpendapat maraknya hasil riset lembaga survey menimbulkan keraguan publik dan menyebabkan elektabilitas sejumlah calon presiden dianggap tidak objektif.

“Harus kita akui bahwa dalam proses rekruitmen calon pemimpin nasional, partai politik cenderung merujuk pada hasil survei elektabilitas figur dari banyak lembaga survei yang tidak jelas asal usul sumber pembiayaannya. Padahal negara memiliki lembaga riset yang seharusnya bisa dijadikan dasar rujukan partai politik dalam menentukan siapa calon presiden yang akan diusung dalam pemilu,” ujar Sultan melalui keterangan resminya Jum’at (21/10) kemarin.

Menurutnya, sistem nominasi capres tidak boleh berkembang secara liar dengan logika popularitas oleh lembaga survey yang dipertanyakan independensinya. Masyarakat sebenarnya sangat resah dengan keberadaan lembaga survey politik yang diduga kuat bekerja untuk kepentingan politik tertentu.

“Dengan ketentuan presidential Threshold 20 persen yang berfungsi sebagai filter politik bakal capres, parpol mestinya memiliki mekanisme nominasi yang kemudian disampaikan kepada publik untuk kemudian diuji dan dinilai. Bukan justru mengikuti opini yang dibangun oleh lembaga survey,” jelas dia.

Tapi sayangnya, ungkap Sultan, kita belum melihat ada peran edukasi politik dari BRIN kepada masyarakat khususnya rekomendasi kepada partai politik. Padahal BRIN seharusnya hadir sebagai sumber referensi politik utama bagi semua stake holder demokrasi.

“Demokrasi dengan segala rutinitasnya harus dibangun di atas mekanisme saintifik, terutama dalam menghimpun dan mengelola arus informasi politik dari dan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran lembaga riset yang independen dan profesional seperti BRIN merupakan prasyarat bagi hadirnya para calon kepemimpinan Nasional yang berkualitas,” tutur dia.

(Megel Jekson)