Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi saat memberikan sambutan usai pelepasan ekspor perdana Pisang Mas di Packing House Koperasi Tani Hijau Makmur, Tanggamus, Lampung, Kamis (30/9). Foto: Hilmi/Aktual
Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi saat memberikan sambutan usai pelepasan ekspor perdana Pisang Mas di Packing House Koperasi Tani Hijau Makmur, Tanggamus, Lampung, Kamis (30/9). Foto: Hilmi/Aktual

Tanggamus, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi pelepasan ekspor perdana Pisang Mas milik Koperasi Tani Hijau Makmur di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (30/9). Adapun jumlah Pisang Mas yang diekspor itu sebanyak 140 box atau senilai Rp20 juta.

Sementara, koperasi mendapat keuntungan sebesar 5 persen. Ekspor perdana ini diharapkan dapat mengirim per bulan sebanyak 1 kontainer dengan nilai Rp250 juta.

Pencapaian ekspor ini berkat pendampingan yang dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple (GGP). PT GGP ini berperan untuk membagi kuota ekspor ke koperasi. Sebab, menurut, koperasi belum punya 21 sertifikasi persyaratan layak ekspor.

“Saya bersyukur sekali masih ada kawan-kawan dari sektor privat yang memang konsen, diluar tentu soal masalah keuntungan, cuma bagaimanapun apa kiat-kiat dari kawan-kawan melakukan usaha-usaha pertanian pangan ini harus kita apresiasi,” katanya saat memberikan sambutan usai pelepasan ekspor perdana Pisang Mas di Packing House milik Koperasi Tani Hijau Makmur, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi saat menerima cinderamata dari Bupati Tanggamus, Dewi Handajani usai pelepasan Ekspor Perdana Pisang Mas milik Koperasi Tani Hijau Makmur di Packing House, Tanggamus, Lampung, Kamis (30/9).
Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi saat menerima cinderamata dari Bupati Tanggamus, Dewi Handajani usai pelepasan Ekspor Perdana Pisang Mas milik Koperasi Tani Hijau Makmur di Packing House, Tanggamus, Lampung, Kamis (30/9).

Meski demikian dirinya tidak anti terhadap impor. Sebab impor merupakan sebuah keniscayaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Namun ia berharap agar neraca ekspor bisa lebih tinggi. Bahkan jika ada komoditas yang bisa diproduksi di dalam negeri, perlu untuk lebih dioptimalkan lagi.

“Soal impor pun begitu, memang tetap ada komoditas yang memang harus impor. Kami sendiri Kementerian Pertanian, utamanya saya tidak anti impor, tidak masalah juga,” tuturnya.

“Tapi memang kalau bisa, neracanya lebih kuat ekspor, syukur-syukur memang kita bisa 100 persen ekspornya kecuali memang yang katakan orang-orang elit di kota besar yang buahnya nggak bisa tunggu di sini ya impor dan sebagainya, misalnya. Tapi kalau memang Harusnya bisa diproduksi sendiri di sini ini harus kita lakukan,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerjanya itu, Wamentan Harvick tampak didampingi oleh Bupati Tanggamus, Dewi Handajani dan Corporate Affair PT Great Giant Pineapple (GGP), Willy Sugiono dan Ketua Koperasi Tani Hijau Makmur, Sigit Wicaksono.

(A. Hilmi)